foto: perpustakaan mojokerto

batampos.co.id – 70 tahun silam, KRI RI Gajah Mada – 408 tenggelam di perairan Cirebon. Kapan ini tenggelam pada Januari 1947. kapakl ini diawaki oleh 23 orang ABK (1 komandan dan 22 ABK), dipimpin oleh Letnan Satu Samadikoen (26th).

Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Cirebon melaksanakan pencarian titik koordinat tenggelamnya Kapal RI Gajahmada di perairan Laut Cirebon menggunakan Patkamla Eretan.

Tujuan pencarian bangkai Kapal RI Gajah Mada oleh Lanal Cirebon untuk menentukan titik koordinat bangkai kapal dan memberikan tanda agar pengguna jasa laut tidak mengalami kendala bernavigasi untuk melewati perairan tersebut akibat bangkai kapal yang belum diangkat.

Pada hari Jumat (20/04/2018) Tim yang dipimpin Pasintel Lanal Cirebon berangkat menuju titik koordinat tenggelamnya kapal RI Gajahmada dengan jarak tempuh dari dermaga Perniagaan Pelabuhan Cirebon 3,5 NM (sekitar 20 menit).

Pukul 09.15 WIB tim penyelam Lanal Cirebon melaksanakan penyelaman dan berhasil menemukan serta mendokumentasikan bangkai kapal RI Gajahmada pada posisi koordinat : 06 40 066 S – 108 35 847 E dengan kedalaman kurang lebih 5 meter dan memberikan tanda berupa derigen kosong serta memberi tanda pada haluan dan buritan kapal.

Berdasarkan keterangan tim penyelam Lanal Cirebon bahwa bentuk fisik dari kapal RI Gajahmada adalah jenis kapal cargo yang terbuat dari besi serta bentuk kapal sudah tidak utuh lagi dengan bangunan anjungan sudah tidak ada lagi, hanya haluan dan buritan yang masih terlihat bentuknya.

Harapan dari Komandan Lanal Cirebon, Letkol Mar Yustinus Rudiman dengan ditemukannya bangkai kapal RI Gajahmada perlu adanya pengangkatan bangkai kapal tersebut guna kelancaran bernavigasi di laut dan dimungkinkan untuk dijadikan museum sebagai pengingat bahwa ada peristiwa bersejarah akan pertempuran laut di Cirebon.

Apabila tidak ada upaya pengangkatan bangkai kapal perlu adanya tanda navigasi (suar) sebagai tanda bahwa dilokasi tersebut terdapat bangkai kapal RI Gajahmada yang telah tenggelam akibat pertempuran Republik Indonesia melawan penjajahan Belanda serta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur membela NKRI. (Pen Lanal Cirebon)

Advertisement
loading...