
batampos.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Batam di Tembesi menggelar bazar dan pemeran hasil pertanian selama tiga hari dimulai, Selasa (24/4) pagi kemarin. Bazar dalam rangka memperingati hari bakti Lapas yang ke 54 itu melibatkan banyak pihak mulai dari Lapas dan Rutan se Kepri hingga kelompok tani serta pengusaha taman dan bunga dari berbagai penjuru kota Batam.
Bazar ini digelar di halaman depan Lapas dan dibuka secara resmi oleh wakil gubernur Kepri Isdianto yang didamping wali kota Batam Muhammad Rudi, Se.
Kalapas Batam Surianto menjelaskan, bazar tersebut merupakan rangkaian kegiatan Lapas Batam untuk menyambut peringatan hari bakti Lapas ke 54 yang jatuh pada tanggal 27 April mendatang. “Ini salah satu dari sekian banyak kegiatan yang kami gelar. Mulai dari kegiatan sosial menyambangi panti asuhan sampai kegiatan olaraga dan perlombaan karya seni yang melibatkan warga binaan. Puncaknya tetap pada hari halnya nanti,” ujar Surianto.
Untuk bazar dan pemeran hasil pertanian ini, pihaknya menggandeng kerja sama dengan 85 kelompok tani serta puluhan pengelolah kebun dan taman di kota Batam. “Mereka ini terlibat langsung dengan Lapas. Mereka membina warga binaan untuk bercocok tanam, merawat bunga dan lain sebagainya,” kata Surianto.
Selain itu ada juga dari kelompok atau pelaku usaha pembuatan kue dan kerajinan tangan lain yang turut membantu warga binaan untuk bisa hidup mandiri. “Semua yang mendukung kegiatan dalam Lapas kami libatkan termasuk pemerintah daerah (Pemko dan Pemprov Kepri),” ujar Surianto.
Bahkan untuk saling melangkapi satu sama lain, kegiatan ini juga melibatkan hasil karya warga binaan dari Lapas dan Rutan di seluruh Kepri. “Tujuannya hanya satu, agar warga binaan semakin terpacu kedepannya. Hasil karya mereka dihargai tentu akan ada kebanggan tersendiri sehingga mereka termotifasi untuk lebih kreatif lagi,” kata Surianto.
Isdianto dalam sambutannya menyambut baik kegiatan tersebut. Dia berharap agar warga binaan semakin kreatif kedepannya sehingga mereka memiliki keahlian untuk melanjutkan hidup saat bebas nanti. “Ini sesuai dengan program revolusi mental. Setiap orang harus bisa mandiri tak terkecuali kawan-kawan dalam lapas atau rutan. Pemerintah pada dasarnya selalu mendukung dan untuk kegiatan ini saya rasa sangat baik,” ujar Isdianto.
Pantauan di lokasi, bazar tersebut benar-benar memberikan warna tersendiri bagi Lapas Batam. Lingkungan Lapas yang biasanya tandus dan gersang jadi hijau seketika. Sekeliling halaman lapas berjejer berbagai tanaman baik untuk tanaman hias ataupun tamanan hasil pertanian. Begitu juga dengan aksesoris hasil kerajinan tangan juga berjejer di deretan stand hasil kerajinan tangan warga binaan Lapas dan Rutan seKepri.
Harga jual barang yang dipajang di lokasi bazar itu bersaing dengan harga di pasar pada umumnya. Untuk bunga hias juga tersedia tanaman bonsai dengan harga jual hingga Rp 25 juta. Begitu juga dengan stand hasil pertanian lengkap dengan berbagai barang hasil pertanianan seperti sayur, cabai, pisang, singkong dan lain sebagainya. (eja)
