batampos.co.id – Perhelatan akbar Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) ke 8 yang menunjuk Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepri sebagai tuan rumah tinggal menghitung hari. Kegiatan tahunan ini akan berlangsung selama seminggu mulai Jumat 27 April- 5 Mei di Gedung Astaka Dataran Engkuputri Batamcenter.

Ketua Panitia APFI 2018, Immanuel Sebayang merasa bangga atas ditunjuknya PFI Kepri sebagai tuan rumah. Dipilihnya Batam oleh PFI karena berada di posisi strategis, dekat dengan Singapura dan Malaysia. Tentunya sekaligus sebagai barometer mengundang
para wisatawan datang ke Batam.

“Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi PFI Kepri. Tentu ini kerja berat luar biasa. Namun kami yakin mampu menyukseskan acara ini,” terang pendiri PFI Kepri yang akrab disapa Noel kepada Batam Pos.

Menurut Noel, kegiatan akbar ini akan dihadiri puluhan pengurus PFI dari berbagai daerah. Bahkan puluhan pemenang APFI dari berbagai daerah di Indonesia akan turut hadir menerima penghargaan APFI.

Dimana pada Jumat (27/4) pukul 19.00 WIB di Gedung Astaka Batamcenter akan berlangsung pemberiaan penghargaan foto dan multimedia. Beberapa penghargaan yang akan diberi pada malam anugerah adalah Apresiasi Karya Terbaik Pewarta Foto, Apresiasi
Terbaik Sepanjang 2018 dan Apresiasi Abdi Karya Sepanjang Masa (Lifetime Achiement).

Ribuan karya sudah masuk dan dinilai oleh para fotografer profesional. Setelah melakukan penjurian Terpilih total 42 pemenang, dari 5 kategori diantaranya yang dikompetisikan
diantaranya kategori

  • Citizen Journalis Foto Tunggal,
  • Citizen Jurnalis Foto Story,
  • kategori Multimedia,
  • kategori Foto Single Pewarta Foto
  • katergori Foto Story Pewarta Foto.

Sebanyak 406 pengirim dengan jumlah 2448 karya pewarta foto, 15 karya multimedia dan 190 karya foto Citizen Jurnalis yang terkumpul.

“Ada ribuan karya yang masuk dan dipilih yang terbaik oleh juri profesional,” terang fotografer senior Batam Pos ini.

Dewan juri yang andil dalam APFI 2018 diantaranya Kemal Jufri(Freelance),  Hermanus Prihatna (Kepala Divisi Pemberitaan Foto Antara), Erik Prasetya, Safir Makki (Fotografer CNN Indonesia), Gusti Bayu Ismoyo (Fotografer AFP), Edi Purnomo (Freelance), Arbain Rambe (Fotografer Senior Kompas).  Sedangkan juri Multimedia adalah Eddy Hasby (Fotografer Kompas) dan Andi Riccardi (APTN).

Salah satu juri Foto APFI 2018, Arbain Rambey mengatakan APFI 2018 adalah ajang bagi pewarta untuk mengukur potensi dan menguji karya pewarta. Juri menyepakati bahwa foto yang dimenangkan pada APFI 2018 ini adalah foto yang cerdas, terlihat dari bagaimana fotografer merancang dan mengeksekusi.

“Saya berharap, tiap tahun APFI bisa menjadi literatur dan mendidik seseorang menjadi lebih baik. Foto Anda bukan semata-mata untuk mencari kemenangan, tapi bagaimana Anda menguji karya Anda. Melalui ajang ini, Anda juga berkomunikasi dengan fotografer lain. Jadi ini bukan soal kalah dan menang tapi Anda mengetahui perkembangan, mengetahui potensi Anda dan Anda bisa bersaing secara fair dan menyenangkan,” jelas Arbain.

Selain Anugerah, APFI 2018 juga diisi dengan pameran foto jurnalistik dengan memamerkan puluhan karya terbaik pewarta di Gedung Astaka yang terbuka untuk umum. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan diskusi foto dari narasumber berpengalaman, misalnya seperti Arbain Rambey, Edi Purnomo, Yuniadhiagung, Immanuel Sebayang, Teguh Prihatna, Agus Bagjana serta Komunitas foto Kepri dan dibantu mahasiswa Politeknik Batam. (she)

Advertisement
loading...