batampos.co.id – Berawal dari pesatnya penggunaan ponsel dua siswa SMA Negeri 1 Dabo Singkep, Kepri berhasil menemukan pacu daya / power bank rakitan berbahan alami.

Iklan

Adalah Alfi Sefia Wijaya dan Yola Amanda yang menemukannya. Mereka memamerkan temuan mereka pada ajang perlombaan Teknologi Tepat Guna (TTG) di Gedung Nasional Dabo Singkep, Rabu (25/4/2018) siang.

Powerbank rakitan penemuan kedua siswa ini bukan seperti biasanya, sumber tenaga untuk mengisi baterai gadget hanya berbahan belimbing asam, karbon arang dan air garam. Seluruh bahan yang mudah didapat ini, diramu dalam takaran tertentu dan seterusnya dimasukkan dalam baterai kering bekas yang telah dikeluarkan isinya.

Setelah baterai bekas tersebut penuh dengan adonan belimbing asam, arang dan air garam, lalu dijadikan satu dalam kota kayu sederhana dan dirangkai dengan jaringan kabel mini untu dapat memberikan input kepada gadget.

Menurut Alfi, selain masyarakat sangat membutuhkan daya untuk gadget mereka, power bank hasil karya mereka dijamin ramah lingkungan serta tidak me makan energi berlebihan. Sebab, power bank ada saat ini juga membutuhkan daya listrik untuk menyimpan daya tidak dengan powerbank alami milik mereka.

Karena powerbank mereka dari bahan Karbon arang, garam dan belimbing maka kedua siswa ini memberikan nama pada temuan mereka dengan nama powerbank karambel.

“Sesuai dengan bahan yang digunakan kami menamakan powerbank ini karambel,” kata Alfi di Gedung Nasional, Dabo Singkep.

Karena tidak membutuhkan asupan daya dari listrik, powerbank karambel penemuan siswa SMA Negeri 1 ini nyaman dan aman untuk digunakan di luar ruang. Terlebih saat berada di tengah-tengah alam terbuka seperti di dalam hutan dan saat mencari ikan di laut. (wsa)