
batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi meminta sekolah swasta menurunkan iuran untuk peserta didik. Insentif bagi masyarakat ini ia minta karena Pemko Batam telah membantu pembayaran insentif bagi guru-guru swasta.
“Kami udah bantu guru nih, masa tak mau turunkan, turunkanlah,” kata Rudi di depan Kantor DPRD Batam, Kamis (26/4) siang.
Rudi mengungkapkan, pemberian insentif tersebut bertujuan agar iuran di sekolah swasta tidak tertalu mahal. “Jadi kalau murah anak-anak kita ke swasta mau,” tambahnya.
Ia mengatakan, masyarakat kerap ngotot menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri karena biaya di sekolah swasta lebih mahal. Untuk itu, Pemko Batam sedang mempersiapkan jadwal pertemuan dengan yayasan-yayasan sekolah swasta di Batam membicarakan permintaannya tersebut.
“Salah satu poinnya itu (disampaikan di rapat), anak-anak enggan di sekolahkan ke swasta karena biaya bulanannya mahal,” ucapnya.
Ia mengaku paham, jika ada beberapa sekolah swasta kekurangan murid. Sementara sekolah swasta juga berperan dalam pendidikan di Batam. Maka dari itu, jika siswa lebih diarahkan ke sekolah negeri tentu akan berdampak pada sekolah swasta. Ini Rudi tidak inginkan.
“Kalau siswa diambil semua sama sekolah negeri, tutup nanti swasta,” imbuh Rudi.
Menurutnya, tidak ada persoalan daya tampung di Batam jika anak-anak ada yang ke swasta. Persoalan kekuranag daya tampung kerap jadi isu pendidikan di Batam. “Nampung anak sekolah sudah cukup, ditambah swasta tentunya,” terangnya.
Sementara itu dalam kesempatan rapat paripurna laporan reses di DPRD Batam, fraksi Golongan Karya (Golkar) menyampaikan di beberapa wilayah di Batam masih butuh Ruang Kelas Baru (RKB) dan Unit Sekolah Baru (USB) untuk menampung siswa baru.
“Terutama untuk pendidikan dasar. Jika dibandingkan dengan lajunya pertumbuhan penduduk Batamkini, kita masih dibutuhkan SMA, SMP, Sekolah Luar Biasa untuk siswa berkebutuhan khusus bahkan SD,” papar Anggota fraksi Golkar, Ides Mardi dalam laporannya.
Menyikapi ini Rudi mengatakan, sejatinya pembangunan sekolah sudah masuk dalam program kerja Pemko Batam. Baik untuk tahun 2018 maupun tahun 2019 mendatang.
Ia memastikan, walau pihaknya sedang gesitnya membangun infrastruktur tak berarti meninggalkan tugas yang lain , seperti sektor pendidikan, kesehatan maupun penanganan kemiskinan.
“Pendidikan diperlukan untuk Sumber Daya Manusia. Tak infrastruktur doang, saya kembangkan infrastruktur hari ini tak kurangi jatah yang lain,” ucapnya.
(adi)
