Lima narapidana Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun mengikuti ujian nasional, Jumat (27/4). F. Humas Rutan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Ujian Nasional (UN) Paket C dimulai Jumat (27/4). Lokasi ujian tidak hanya di sekolah-sekolah yang ditunjuk, tapi juga di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Tanjungbalai Karimun.

Iklan

“Narapidana atau warga binaan kita ada yang mengukiti proses belajar untuk mendapatkan ijazah paket C yang setara dengan SLTA. Jumlahnya enam orang,” kata Kepala Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun Ery Erawan, kemarin.

Warga binaan tidak diperbolehkan mengikuti UN di luar rutan, sehingga tetap digelar di sana. “Kita siapkan aula untuk tempat ujian secara ma­nual atau UNKP (UN kertas pensil, red),” jelasnya.

Meski yang terdaftar selama ini enam warga binaan, namun yang ikut ujian hanya lima orang saja. Hal ini disebabkan, salah satu peserta sudah selesai menjalani masa hukuman di sana.

“Tidak hadirnya satu orang peserta UN Paket C sangat disayangkan. Sebab sudah lama ikut proses belajar, pas ujian akhir tidak hadir,” sesal Ery.

Dua orang pengawas yang merupakan guru pengajar warga binaan rutan, menjadi pengawas selama UN berlangsung. Untuk keamanan, petugas rutan juga melakukan penjagaan di pintu aula.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim mengatakan di Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun memang ada kelompok belajar Paket C. Oleh karena itu, digelar UN Paket C bagi peserta kelompok belajar.

“Hanya saja, untuk di rutan pelaksanan ujian tidak menggunakan komputer, melainkan UNKP karena keterbatasan sarana,” ungkapnya.

Sementara itu, secara umum di Karimun ada tiga sekolah yang menjadi lokasi pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) Paket C. Yakni, di SMA Negeri 2 Karimun, SMK Yaspika dan SMK Vidya Sasana. Kemudian, di Pulau Kundur ada satu sekoakh yang digunakan untuk UNBK Paket C, yakni SMK Budi Mulya. Untuk peserta yang berasal dari luar Karimun dan Pulau Kundur, seperti Buru dan Moro, maka pesertanya harus ikut di Pulau Karimun.(san)