batampos.co.id – Sudah hampir satu tahun, Dinas Kesehatan Karimun mencari dokter gigi untuk ditempatkan di puskesmas yang ada di Kabupaten Karimun. Namun hingga kini belum ada yang mengisi kekurangan dokter gigi itu. Padahal standar puskesmas minimal ada satu orang dokter gigi.
“Iya, kita sudah berusaha sejak tahun lalu mencari-cari dokter gigi untuk ditempatkan di puskesmas yang ada di pulau-pulau di Kabupaten Karimun. Tapi belum juga kita dapatkan. Padahal kita sudah menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi yang ada di Sumatera dan juga Pulau Jawa,” keluh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi, Senin (30/4).
Saat ini, katanya, ada empat puskesmas yang belum memiliki dokter gigi, yaitu Puskesmas Dusun Niur, Durai, Belat dan Alai. Semuanya berada di pulau. Rachmadi mengatakan, mereka masih berusaha mencari dokter gigi yang mau ditempatkan di pulau-pulau.
Selain kekurangan dokter gigi, Rahmadi juga menyebutkan kekurangan dokter umum, namun tidak begitu mendesak. ”Dokter umum untuk saat ini memang masih kurang, namun masih bisa diatasi dengan dokter umum yang sudah ada. Hanya saja, untuk puskesmas yang melaksanakan operasional rawat inap standarnya memang harus memiliki tiga dokter umum,” paparnya.
Puskesmas Moro misalnya, yang memiliki rawat inap, saat ini hanya ada dua dokter umum. Seharusnya bila ada tiga dokter, maka bisa bertugas bergantian sif selama 24 jam dengan jam kerja delapan jam. Tetapi dengan kekurangan tersebut, jam tugas dokter umum ikut bertambah.(san)
