Bupati Karimun Aunur Rafiq berdialog dengan pedagang di Pasar Rakyat Meral Cik Sum, Senin (30/4). F. Sandi Pramosinto/Batam Pos

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq meninjau pasar rakyat Meral Cik Sum yang terletak di Bukit Tembak, Kecamatan Meral, Senin (30/4). Kunjungan orang nomor satu di Kabupaten Karimun ini untuk melihat langsung kondisi pasar yang baru selesai direnovasi dengan menghabiskan anggaran Rp 6 miliar.

Iklan

“Pembangunan pasar ini sumber anggarannya dari APBN 2017. Kita berharap dengan kondisi pasar yang sudah bagus, maka pembeli akan semakin ramai datang ke pasar ini untuk berbelanja,” kata Rafiq.

Pasar Cik Sum memiliki 175 meja dan 31 kios. Sehingga jumlah pedagang juga bisa bertambah ramai. “Perlu diketahui pedagang yang berjualan di sini untuk sementara tidak dikenakan biaya,” ujarnya.

Pemerintah daerah, katanya, memang belum bisa menentukan besaran harga sewa meja dan kios yang ada di Pasar Cik Sum. Sebab, saat ini status pasarnya masih milik pemerintah pusat dan belum ada serah terima secara resmi. Kalau sudah ada serah terima dari pemerintah pusat ke pemerintah kabupaten, baru bisa ditentukan besarnya harga sewa.

Menyinggung keluhan pedagang tentang kondisi di dalam pasar yang panas, disebabkan banyaknya atap yang dipasang dengan jenis transparan, Rafiq menyebutkan, keluhan dari para pedagang ini akan ditampung dulu.

“Keluhan dan saran kita tampung dulu, sebab kita belum bisa mengalokasikan anggaran untuk mengatasinya. Statusnya belum diserahterimakan,” paparnya.

Satu hal yang perlu diingat, kata Rafiq, pedagang dan pengawas yang ada di pasar ini dapat bersama-sama menjaga kebersihan pasar. Dengan pasar yang bersih, maka pembeli juga akan ramai. Jika pasarnya kotor dan bau, sudah tentu pembeli enggan masuk untuk berbelanja.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun M Yosli mengatakan, pembangunan pasar rakyat tersebut diperuntukkan bagi para pedagang pasar Bukit Tembak. Total 206 pedagang bisa ditampung di pasar itu.

“Nanti pengelolaannya akan kita serahkan kepada Perusda Karimun. Sementara pedagang tidak dipungut biaya administrasi dikarenakan masih dalam kewenangan pemerintah pusat,” ujarnya.

Dengan terbangunnya pasar rakyat ini, dia optimis kebutuhan sembako akan lebih mudah lagi untuk didapat. Fasilitas yang dibangun juga sudah ada gudang dan sebagainya.
“Pasar ini seperti pasar modern, bisa hemat energi dengan penerangan yang cukup di pagi hari maupun siang hari. Termasuk sanitasi pembuangan limbah para pedagang sudah teratur,” kata Yosli.

Pedagang di Pasar Cik Sum juga merasa bersyukur pasar tersebut kondisinya kini sudah baik.(san/tri)