Direktur Utama Batam Pos Chandra Ibrahim (tengah kiri) didampingi Pemimpin Redaksi Muhamad Ikbal dan Wapimred Yusuf Hidayat berdialog dengan Senior Advisor PT Soma Pontas Pardede bersama Gideon Syam Lumbaa saat berkunjungan kekantor Batam Pos, Senin (30/4). F Cecep Mulyana/batampos.co.id

batampos.co.id – PT Soma Power Indonesia akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Desa Pangke, Kecamatan Meral di Pulau Karimun. PLTU ba­ru ini akan memprioritaskan in­dustri yang tengah berkem­bang di Karimun yang juga merupakan kawasan ekonomi khusus.

”Iya, kami mau bangun PLTU di atas lahan seluas 18 hektare di Desa Pangke. Suplai akan diutamakan untuk industri,” kata Kepala Perwakilan PT SOMA Gideon Syam Lumbaa saat berkunjung ke redaksi Batam Pos, Senin (30/4).

Nilai investasi pembangunan PLTU ini mencapai Rp 1,6 triliun. Gideon mengatakan, poten­si PLTU baru ini akan dikem­bangkan secara bertahap. Ia mengetahui bahwa selain indus­tri yang semakin berkembang, pemerintah juga telah menetap­kan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di wilayah Karimun.

Pembangunan akan segera dilakukan karena jadwalnya sudah terlambat setahun dari yang telah ditentukan. Penyebabnya adalah banyaknya perizinan yang yang harus dituntaskan.

Karena keterlambatan ini, PT Soma merekrut Tenaga Kerja Asing (TKA) dari Tiongkok untuk mempercepat pembangunan di sana.

Jumlah TKA yang direkrut mencapai 100 orang. Sedangkan tenaga kerja lokal yang akan direkrut mencapai 650 orang. Gideon mengatakan TKA yang di­rekrut ini hanya bersifat se­men­tara sampai proses pem­bangu­nan PLTU selesai.

”Seka­lian proses alih teknolo­gi untuk pa­ra pekerja lokal dan menular­kan etos kerja mereka,” ungkap­nya. TKA tersebut juga akan didatangkan secara bertahap. (leo)

Advertisement
loading...