
batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun berjanji akan memanggil pemilik zonasi kelistrikan yang hingga saat ini tak kunjung memenuhi kebutuhan listrik di zona mereka. Ia yakin dari pertemuan itu nanti lahir solusi nyata.
“Saya sudah tahu permasalahan zonasi kelistrikan di Karimun ini. Saya akan ajak duduk bersama. Saya optimis ada solusi,” kata Nurdin usai mengikuti acara wisuda santri, di Rumah Dinas Bupati Karimun, Selasa (1/5).
Sekadar mengingatkan, listrik di Karimun dibagi dalam tiga zona. Masing-masing zona berbeda pengelola listriknya. Listrik di Zona 1 dikelola PT Soma Daya Utama (SDU). Zona 2 PT Karimun Power Plant (KPP). Zona 3 oleh PT PLN (Persero). Kawasan di Zona 1 dan 2, hingga kini masih terkendala. Tidak ada suplai listrik oleh pengelola. Sedangkan di Zona 3 listrik bisa disuplai secara normal oleh PLN.
Zona 1 dan 2 mestinya sudah menyalurkan listrik sejak setahun lalu, namun hingga saat ini tak ada realisasi. Padahal, terdata 153 calon pelanggan listrik bermukim di Zona 1 dan 816 calon pelanggan di Zona 2.
Zona 1 yang dikelola PT SDU terletak di sekitar Pantai Pelawan, sama sekali belum ada aktivitas pembangunan infrastruktur kelistrikan. Tetapi direncanakan akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2×31 Megawatt. Di Zona 2 oleh KPP akan dibangun lima unit Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berkapasitas 5 Megawatt.
Nurdin mengungkapkan, ada salah satu pengembang yang mengadu kepadanya tentang kendala zonasi kelistrikan satu dan dua. PLN pada dasarnya bisa menyalurkan listrik, namun terkendala kedua zona itu bukan wilayah kerja mereka. Sebelum ada pembagian zonasi listrik, seluruh wilayah berada di bawah pengelolaan PLN (persero).
“Saya berharap polemik zona kelistrikan ini segera selesai. Agar warga saya bisa menikmati listrik di rumahnya yang sudah dibangun,” kata Kades Pangke Efendi. (tri)
