Gubernur Kepri Nurdin Basirun didampingi Bupati Karimun Aunur Rafiq mewisuda santri, di Karimun, Selasa (1/5). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengimbau para orangtua tidak ragu menitipkan anak-anak mereka belajar di Taman Pendidikan Quran (TPQ). Memberi bekal ilmu-ilmu agama sejak dini sangat penting saat mereka menjalani kehidupan.

“Kalaupun harus ada biaya yang dikeluarkan, beri dengan ikhlas, semoga ilmu yang didapat membawa keberkahan bagi anak orangtua dan guru-gurunya,” kata Nurdin saat menghadiri Wisuda 982 Santri Kabupaten Karimun di Kediaman Bupati Karimun, Tanjungbalai, Selasa (1/5).

Gubernur mengaku senang dengan wisuda santri di Karimun ini. Akhir pekan lalu, diri­nya juga mewisuda 1.313 santri se-Kecamatan Beng­kong, Kota Batam. Apalagi semua itu dilakukan secara swakelola oleh masyarakat.

Nurdin ingin capaian-capaian ini merata di semua kabupaten kota. Kalau makin baik, kata Nurdin, bukan tidak mungkin anak-anak dari luar Kepri ikut menuntut ilmu di sini.
Bahkan saat ini Pondok Tahfiz Quran Center yang didirikan beberapa waktu lalu di Dusun Nyiur, Kecamatan Moro, Karimun sudah menerima santri dari luar Kepri. Ini artinya Provinsi Kepri sudah memiliki daya tarik khusus di bidang agama.

Pada kesempatan itu, Nurdin menampilkan anak-anak pulau yang sukses dalam berbagai event MTQ baik nasional maupun internasional. Hal itu tidak lain untuk memotivasi anak-anak Kepri bahwa mereka bisa berprestasi jika semua dikerjakan dengan penuh kesungguhan.

Kepada pemerintah kabupaten/kota, Nurdin berpesan untuk tidak segan-segan mengalokasikan dana untuk pengembangan pendidikan Alquran. Di sela-sela acara, Nurdin mencoba bertanya kepada santri untuk melantunkan ayat ayat yang disebutkannya. Nurdin tampak bangga karena santri-santri tersebut cepat menjawab. Terlebih anak-anak yang diwisuda tampak khusuk mendengarkan lantunan ayat ayat tersebut.

“Semakin hari anak-anak kita harus semakin tinggi atensinya terhadap Alquran,” kata Nurdin.

Bupati Karimun Aunur Rafiq menyebutkan, saat ini ada 311 TPQ di seluruh Karimun. Dari jumlah itu ada 1.115 gu­ru. “Pesan kami kepada wali santri, masukkanlah anak-anak ke TPQ-TPQ karena nantinya Pemkab Karimun akan memberlakukan salah satu persyaratan untuk anak muslim yang ingin melanjutkan pendidikan formal harus lulus dari TPQ,” kata Aunur.

Rafiq mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Karimun dirinya mengucapkan terima kasih. Karena acara ini bisa terlaksana dengan adanya kerja sama dari para orangtua santri yang anaknya diwisuda hari ini.

”Hal ini terlihat dari pengumpulan dana secara swadaya sebanyak Rp 68,7 juta yang berasal dari sumbangan para orangtua santri,’’ ujar Rafiq kepada Batam Pos.

Wisuda santri, kata Bupati, merupakan suatu kegiatan yang bukan pertama kali dilakukan. Bahkan, sudah menjadi agenda tetap ketika peringatan HUT Kabupaten Karimun.

Kali ini pelaksanannya dilaksanakan oleh BMPG-TPQ Kecamatan se Kabupaten Karimun. Selain itu, dia juga mengucapkan selamat kepada para santri yang telah diwisuda, sehingga apa yang telah dipelajari ketika masih berada di TPQ bisa dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Meski telah diwisuda, tidak berarti kegiatan atau rutinitas dalam membaca dan mepelajari Alquran itu juga selesai. Melainkan, semakin bisa meningkatkan belajar membaca dan Insya Allah bisa menghafalkannya.

“Selain itu, bisa benar-benar menjadikan Alquran itu sebagai pedoman hidup selama di dunia ini. Sehingga, para santri yang masih anak-anak ini bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,’’ papar Rafiq.

Santri-santri yang diwisuda hari ini (kemarin, red), lanjutnya, berasal dari Kecamatan Karimun sebanyak 340 orang, Kemudian, dari Kecamatan Meral 256 orang santri, Kecamatan Tebing 180 orang santri, Kecamatan Meral Barat 120 orang santri dan Kecamatan Buru 86 Santri. Semua sudah memiliki kemampuan membaca dan menghafal Alquran secara baik. (san)

Advertisement
loading...