Smartphone pertama dengan notch, Essential Phone PH-1. (Business Insider)

batampos.co.id – Sekarang sedang tren layar smartphone dengan notch atau takik tengah.

Sejumlah vendor smartphone bahkan sudah meluncurkan produk bertakiknya. Namun banyak pula yang masih menunda bahkan masih membuat konsepnya. Meskipun pada akhirnya bertakik juga.

Untuk pasar ponsel tanah air sendiri, ada beberapa vendor smartphone yang sudah terang-terangan merilis ponsel dengan layar berponi tersebut. Sebut saja Vivo dan Oppo, serta Huawei dengan lini P20-nya yang waktu itu sempat menyiarkan langsung di Indonesia lantaran peluncurannya di Barcelona. Selanjutnya ada Asus dan Huawei yang dikabarkan tak lama lagi akan hadir pula di Indonesia dengan ponsel takiknya.

Membahas layar dengan notch atau takik, lalu apa keuntungan yang didapat dari vendor-vendor smartphone berkat layar berponi yang diusungnya?

Sedikit menengok ke belakang, ketika Asus mengumumkan jajaran ponsel terbarunya pada gelaran Mobile World Congress (MWC) 2018 di Barcelona, Spanyol, beberapa waktu lalu, jajaran ponsel yang dikenalkan Asus dua di antaranya mengusung desain ala iPhone X.

Sontak, Asus ketika itu terang-terangan mengenalkan lini smartphone terbarunya dengan desain ala iHhone X menjadi perbincangan. Kepala Pemasaran Global Asus, Marcel Campos ketika itu sempat melontarkan pernyataan. “Beberapa mengatakan bahwa Asus menyalin Apple dengan iPhone X-nya. Tapi kita tidak bisa menjauh dari apa yang diinginkan pengguna. kita harus mengikuti tren, ” katanya dalam sebuah pernyataan.

Laman AndroidAuthority sebagaimana JawaPos.com kutip pada Selasa (1/5) menyebut bahwa pernyataan Campos sangat sulit diterima oleh penggemar Android. Sebab, banyak yang menyebut bahwa meniru desain iPhone X pada smartphone Android tak ubahnya menumpang popularitas iPhone X saja.

Bukan tanpa alasan, meskipun desainnya serupa, namun nilai fungsionalitasnya lebih sedikit dari yang dibawa iPhone X. Pada akhirnya, membuat ponsel pintar dengan layar bertakik seperti halnya menebeng iklan gratis dari iPhone X.

Menyalin desain takik memungkinkan para vendor smartphone lainnya menjual iPhone X ‘look a likes’ kepada konsumen yang tidak mampu membeli produk Apple iPhone X.

Sementara, pemerhati gadget di tanah air memberikan pandangannya. Lucky Sebastian yang dikenal sebagai pengamat gadget menyebut bahwa banyak keuntungan yang dibawa oleh smartphone dengan takik atau notch.

“Bikin notch ini aslinya memang karena vendor ingin memperbesar aspek layar. Ini kan masa peralihan nih istilahnya, transisi dari layar yang dulunya ada bezel atau bingkai, sekarang perlahan-lahan semakin tidak ada bezel atau istilahnya bezel-less,” jelas Lucky kepada JawaPos.com.

“Dengan menggunakan layar bezel-less itu tadi, layarnya besar tapi ukuran ponsel keseluruhan tidak bertambah signifikan. Karena mengakali dengan bezel-less itu tadi jadi lebih maksimal,” imbuhnya.

Lucky menyebut bahwa keuntungan lainnya dari smartphone yang mengusung layar dengan notch adalah dimensi layar yang bertambah, namun ukuran ponsel menjadi tidak terlalu besar. Disebutnya, menggunakan notch atau takik merupakan cara yang dilakukan vendor untuk mengakali layar yang lebih luas.

Hal tersebut lantaran saat ini untuk membuat sebuah ponsel pintar dengan layar yang benar-benar full tanpa bingkai masih sangat sulit. Sebab ada sensor-sensor penting dan juga kamera depan yang harus disediakan tempat.

Dengan notch, menurut Lucky, masih bisa menyediakan sedikit tempat untuk sensor-sensor dan kamera, namun bentang layar juga bertambah. “Mau dihilangkan atau menyembunyikan di bawah layar? Kan susah, makanya kemudian ada notch atau lekukan di atas layar itu ya karena untuk memadatkan sensor-sensor itu tadi. Dikecilkan, ditaruh di suatu tempat yang namanya notch itu tadi,” tutup Lucky.

(ryn/JPC)

Respon Anda?

komentar