batampos.co.id – Ribuan buruh di Batam memperingati Hari Buruh Sedunia atau May Day dengan demo di depan kantor wali kota Batam dan kantor DPRD Batam, Selasa (1/5) pagi. Selain menuntut kesejahteraan dan sembako murah, mereka juga menolak keberadaan buruh kasar dari luar negeri.

Iklan

“Janji pemerintah yang akan membuka tujuh juta lapangan kerja tidak terbukti. Malah kini ada aturan yang permudah pekerja asing melalui Perpres 20,” kata Ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Elektrik Elektronik Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPEE-FSPMI) Kota Batam, Muhammad Mustofa, dalam orasinya, kemarin.

Menurut dia, maraknya tenaga kerja asing (TKA) ini juga terjadi di Batam. Bahkan ada setu perusahaan di Batam yang TKA-nya mencapai 80 persen, lebih banyak dari buruh lokal. “Tenaga kerja asing dari Tiongkok. Disnaker pasti tahu soal ini, tapi tak bisa apa-apa karena ini sudah dari pusat,” imbuhnya.

Dalam aksinya kemarin, para buruh dari sejumlah serikat pekerja di Batam juga menyinggung tarif listrik yang terus naik. Juga harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang terus melambung.

Tak hanya itu, buruh juga mendesak Pemerintah Provinsi Kepri segera menetapkan upah minimum sektoral (UMS) Kota Batam 2018 yang telah disepakati antara pekerja dan pengusaha.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Batam Muhammad Rudi berjanji akan segera berkomunikasi dengan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Rencananya, Kamis (3/5) besok Rudi akan bertemu dengan Nurdin khusus untuk membahas UMS Batam 2018.

“Duduk kita-kita saja dulu belum sama pengusaha. Pertemuan ini apa hasilnya baru dibicarakan dengan pengusaha,” kata Rudi saat menemui perwakilan buruh, kemarin.

Sebelumnya, Rudi mengaku sudah tiga kali menyampaikan usulan UMS Kota Batam 2018 ke Gubernur Kepri. Namun hingga saat ini belum ada keputusan dari Gubernur.

Selain Rudi, perwakilan buruh kemarin juga bertemu dengan Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi. Seorang buruh wanita, Rufiana, meminta pemerintah menekan harga sembako yang terus melambung.

“Ramadan belum masuk, harga pada naik pak wali,” harap Rufiana.

Maka dari itu, ia meminta pemerintah andil dan serius dalam hal ini. “Kami minta tolong di kontrol, Pak. Supaya kami mampu beli. Dan jalani Ramadan dengan tenang,”ucapnya.

Menjawab harapan ini, Kapolda menyampaikan terlebih dahulu usaha dari polisi. Ia mengatakan, polisi yang notabenenya identik dengan pemberantasan kriminal tapi kini juga bertugas terkait pangan melalui Satgas Pangan.

“Saya ingin sampaikan, kami tidak diam. Kalau ada gejolak yang fluktuatif kami akan berbuat,” ucapnya.

Terpisah, Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan persoalan UMS Batam 2018 harus dituntaskan dengan kepala dingin. Menurut Gubernur, dirinya tidak bermaksud untuk menghambat penyelesaian polemik tersebut.

“Pemko Batam memang sudah dua kali mengajukan rekomendasinya. Kenyataanya masih ada yang perlu diperbaiki,” ujar Gubernur Nurdin.

Mantan Bupati Karimun tersebut menjelaskan, keputusan pihaknya meminta Pemko Batam untuk memperbaiki usulan tersebut tentu bersandar pada regulasi yang sudah ada. Yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

“Jika prosesnya sudah benar, tentu akan kita terima. Tetapi jika masih ada kesalahan, lazimnya harus diperbaiki,” tegas Gubernur.

Ribuan buruh memedati kawasan jalan Engku Putri depan kantor Walikota Batam pada peringatan hari buruh, Selasa (2/5). f Cecep Mulyana/Batam Pos

Peringatan Hari Buruh juga digelar di sejumlah daerah lain di Indonesia, termasuk di ibukota Jakarta. Ribuan buruh dari puluhan organisasi berbeda tumpah ruah di Jalan Medan Merdeka Barat sejak pagi hingga sore, Selasa (1/5). Seperti di daerah, mereka juga menuntut peningkatan kesejahteraan hingga menyinggung keberadaan TKA. Peringatan hari buruh itu juga dimanfaatkan sejumlah organisasi buruh untuk mendeklarasikan calon presiden Prabowo Subianto.

Koordinator Front Perjuangan Rakyat (FPR) Rudi Hb Daman menuturkan tuntutan mereka memang tidak hanya yang langsung berhubungan dengan buruh. Karena front tersebut terdiri atas organisasi petani, mahasiswa, dan perempuan buruh migran.

”Selain tuntutan kesejahteraan buruh kami juga mendesak pencabutan undang-undang yang anti demokrasi. Seperti UU organisasi masyarakat dan UU MD3 yang membuat dewan antikritik itu,” ujar pria yang juga Ketua Gabungan Serikat Buruh Indonesia.

Mereka sebenarnya berharap Presiden Jokowi bisa datang langsung di tengah-tengah buruh. Bukan hanya ditemui oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri dan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko. ”Tidak pengen ketemu Moeldoko. Cuma basa basi aja. Kita butuh Jokowi datang. Kalau Jokowi proburuh mestinya datang,” ujar dia.

Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra yang turut berorasi di atas mobil komando mengungkapkan rencananya untuk menggugat Peraturan Presiden 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Dia akan menggugat Perpres itu ke Mahkamah Agung.

”Kita mohon supaya MA membatalkan Peraturan Presiden nomor 20/2018 yang nyata-nyata bertentangan dengan undang-undang, UUD 1945 dan bertentangan dengan aspirasi sebagian besar Rakyat Indonesia,” kata dia.

Momen May Day juga menjadi ajang deklarasi menuju pilpres. Capres Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto mendapatkan suntikan dukungan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Ini merupakan dukungan kedua kalinya, setelah KSPI juga mendukung pencalonan Prabowo di Pilpres 2014.

“Sejak beberapa hari yang lalu sebetulnya saya mendapat kepercayaan dari pemimpin-pemimpin buruh yang mewakili kaum buruh Indonesia, memberikan kepercayaan kepada saya untuk maju sebagai presiden tahun 2019-2024,” kata Prabowo.

Dukungan KSPI kepada Prabowo dipertegas dengan penandatanganan kontrak perjanjian antara KSPI dengan mantan Danjen Kopassus itu. Terdapat 10 janji yang harus dipenuhi Prabowo apabila pada pemilu tahun depan dirinya terpilih sebagai Presiden.

Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto mengapresiasi peringatan May Day di Indonesia kali ini yang berjalan dengan kondusif. Menurut dia, hal itu terjadi berkat kerja sama para buruh dengan kepolisian. ”Sekaligus saya ucapkan selamat Hari Buruh ya,” tuturnya.
(jun/bay/idr/JPG)