Iklan
Ketua Umum Alisa Khadijah, Ina Marlina menyerahkan cenderamata kepada Gubernur Kepri Nurdin Basirun, didampingi Ketua DPW Provinsi Kepri Susi Susilawati. F. Faradilla Verwey/batampos.co.id

batampos.co.id – Keberadaan kaum perempuan dewasa ini makin banyak yang berkiprah di dunia usaha. Hal ini merupakan sinyalemen positif bahwa kaum perempuan semakin berdaya di era yang semakin terbuka. Untuk itu, Asosiasi Muslimah Pengusaha (Alisa) menggelar rapat kerja nasional kedua di Tanjungpinang, Rabu (2/5).

Bukan tanpa alasan digelar di Kepri. Pertumbuhan pengusaha muslimah di Kepri menunjukkan sangat positif. Organisasi perempuan di bawah naungan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) ini lantas sepakat memilih Tanjungpinang sebagai tuan rumah.

Ketua Alisa Kepri Susi Susilawati menilai usaha kreatif dan inovatif menjadi tumpuan utama bagi muslimah dalam berusaha dan berdaya di Kepri. “Karena itu saya mendukung ketika rakernas akhirnya disepakati digelar di Tanjungpinang,” kata Susi membuka helatan rapat kerja ini.

Susi berharap terjadi transfer ilmu dan wawasan di antara peserta pada rakernas tahun ini. Tercatat, ada 160 peserta dari 22 provinsi yang ada di Indonesia. Kesempatan yang ada, kata Susi, mesti dimaksimalkan oleh anggota Alisa Kepri ketika menerima kedatangan ratusan anggota dari seluruh nusantara itu.

“Kami berharap peran muslimah pengusaha di Kepri semakin nyata seiring usainya pelaksanaan Rakernas tahun ini,” ujar Susi.

Ketua Alisa Khadijah ICMI Pusat Ina Marlina tidak dapat menutupi rasa kagumnya terhadap Tanjungpinang dan Kepri. Ia berharap gelaran kali kedua berskala nasional ini memberikan dampak positif pada muslimah pengusaha di Kepri agar lebih berdaya.
Ina yakin kondisi geografis di Kepri bisa menjadi daya tarik lebih karena barang bisa lebih mudah dipasarkan ke luar negeri. “Ini peluang nyata bagi ibu-ibu muslimah pengusaha di Tanjungpinang,” ujarnya.(aya)

Advertisement
loading...