Asisten Pemerintahan Karimun Muhammad Tang didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Karimun Suwedi melihat hasil karya pelajar yang mengikuti lomba inovasi TTG ke-5. F. Dkumentasi Dinas PMDes Karimun untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Dinas Pem­ber­dayaan Masyarakat dan De­sa Karimun beberapa waktu lalu menyelenggarakan lom­ba inovasi Teknologi Tepat Gu­­na (TTG) ke-5 se-Kabupaten Ka­­rimun. Lomba diikuti 28 pe­la­jar dari tujuh kecama­t­an.

Tujuan lomba tersebut, un­­tuk memberikan kesempatan kepada para pelajar meman­fa­atkan barang yang ada di ling­kungan dengan berinova­si menciptakan produk unggu­lan.
”Kita berikan kesempatan kepada generasi muda untuk memanfaatkan TTG. Juara pertama akan ikut lomba TTG ting­kat Provinsi Kepri dan nasio­nal di Bali sebagai perwakilan Kabupaten Karimun,” kata Asisten Pemerintahan Karimun Muhammad Tang saat membuka TTG ke-5, Senin (23/4) lalu.

Dari ajang tersebut bisa diciptakan peluang wirausaha sesuai dengan misi Kabupaten Karimun dalam membangun ekonomi kerakyatan yang tangguh, berbasis sumber daya kemaritiman dan pertanian. Peralatan yang diciptakan bisa bermanfaat bagi masyarakat. Secara otomatis berdampak terhadap perekonomian nantinya.

”Kalau dilihat, anak-anak itu sangat bersemangat berinovasi memanfaatkan apa yang ada di sekitarnya,” ujar Tang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Karimun Suwedi, inovasi TTG yang sudah dilaksanakan lima kali diperuntukkan bagi pelajar SLTA sederajat maupun mahasiswa yang memiliki kemampuan mencipta inovasi teknologi baru. Baik dalam bentuk alat, bahan, maupun proses.

”Yang paling penting kreativitas dan ide-ide pelajar diuji, bagaimana inovasi TTG dapat membantu pengembangan ekonomi masyarakat. Dan memasyarakatkan teknologi untuk menumbuhkan budaya enterpreneur atau wirausaha,” ungkapnya.

Peserta yang mendaftar ada 28 terdiri dari Kecamatan Moro 3 produk TTG, Kundur Utara 3 produk TTG, Kundur Barat ada 8 produk TTG. Selanjutnya, Belat ada 4 produk TTG, Meral 3 produk TTG, Tebing 6 produk TTG dan 1 produk TTG dari Karimun. Setelah dilakukan verifikasi maka hanya 20 peserta yang ikut, SLTA ada 14 produk TTG dan SMK 6 produk TTG.

Ada lima juri yang menilai, berasal dari Dinas PMD, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Kepri, Politeknik Batam, Tim Ahli Kabupaten Bidang TTG, Universitas Karimun dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Karimun.

”Pemenangnya dari pelajar SMAN 4 Kundur Barat dengan TTG pemanfaatan buah belimbing wuluh sebagai pembeku getah karet. Ini sangat bermanfaat bagi para petani karet. Kemudian alat pengupas jengkol dari SMKN Kundur Utara,” jelas Suwedi.

Pemenang berhak mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan Rp 5 juta untuk juara pertama, juara dua Rp 4 juta, dan juara tiga Rp 3 juta. ”Alhamdulillah, bahannya mudah didapat. Inovasi ini setelah saya lihat para petani karet yang lambat melakukan pengerasan getah karet. Hanya mengandalkan cuaca panas saja,” kata Ahmad Firdaus, yang menemukan inovasi pembeku karet dari buah belimbing.(tri)

Advertisement
loading...