batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bareskrim Polri memusnahkan 2,6 ton sabu hasil tangkapan di wilayah Kepri di Komplek Monumen Nasional, Jumat (4/5). Pemusnahan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) turut hadir dalam pemusnahan sabu bernilai ratusan miliar rupiah itu.

Dalam kesempatan itu JK menyebut saat ini masih banyak penyelundupan narkotika yang lolos dari pengawasan aparat. Bahkan JK mengatakan, narkoba yang lolos jumlahnya jauh lebih benayak dari yang tertangkap.

”Pertanyaannya kenapa begitu banyak ditangkap dan berapa yang kira-kira lolos? Yang lolos masih lebih banyak, jauh lebih banyak daripada yang kita tangkap oleh BNN dan kepolisian,” ujar JK sebelum memasukan sabu ke mesin penghancur, kemarin.

Dia berharap pengungkapan kasus narkoba itu bisa menjadi pengingat bahwa bahaya narkoba tetap mengintai. Maka perlu kerjasama semua pihak untuk membongkar peredaran narkoba dan menangkap para pelakunya. ”Satu-satunya cara ialah menghindari, mencegah, dan kemudian menangkap dari narkoba itu,” imbuh dia.

Sabu yang dimusnahkan itu berasal dua upaya berbeda. Yang pertama hasil upaya BNN dan TNI AL yang mengerebek Kapal Sunrise Glory di selat Philip Batam pada awal Februari lalu. Petugas menangkap empat orang anak buah kapal dan menyita 1,037 ton sabu yang dikemas dalam 1.019 bungkus di dalam 41 karung.

Yang kedua, hasil upaya dari petugas Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim dan Bea Cukai yang menangkap kapal di Perairan Anambas, Kepulaian Riau. Empat orang tersangka ditahan dan 1,622 ton sabu sabu disita.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (ketiga kiri) didampingi Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (kedua kiri), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko (kiri), Mantan Kepala BNN, Budi Waseso (kanan), Ketua DPR Bambang Soesatyo (kedua kanan), dan Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang (ketiga kanan) menunjukkan barang bukti narkotika jenis sabu sebelum dimusnahkan di lapangan silang Monas, Jakarta, Jumat (4/5). Sebanyak 2,647 ton barang bukti narkotika jenis sabu dimusnahkan dari hasil penyitaan oleh BNN dan Direktorat IV Bareskrim Polri dari delapan tersangka yang diancam hukuman mati. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

Kepala BNN Heru Winarko mengungkapkan sabu-sabu itu diproduksi di luar negeri. Para bandar memanfaatkan wilayah perairan Indonesia yang begitu luas untuk memasukan narkoba itu. Oleh sebab itu, BNN pun bekerjasama dengan aparat penegak hukum dari negara tetangga.

”Kita harus kerja sama dengan negara tetangga kita. dan juga perbatasan ini kita perkuat, dalam artian sama,” ujar Heru.

Sedangkan di dalam negeri, menurut Heru, belum ditemukan lagi tempat produksi narkoba. Terakhir mereka menemukan tempat produksi ekstasi di Cikande, Tangerang.

”Mereka ingin bikin tempat pembuatan di indonesia, tapi berhasil kita endus kerja sama dengan DEA (Drug Enforcement Administration),” kata dia.

Selain itu, BNN juga kerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang memiliki satelit. Satelit itu khususnya dipergunakan untuk memantau ladang-ladang ganja. ”Kita akan melakukan preventing untuk pada ladang ganja ini kita rubah menjadi ada beberapa tempat yang kita rubah menjadi ladang kopi dan juga ladang jagung,” ungkap dia.

Turut serta dalam pemusnahan 2,6 ton sabu kemarin Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Ketua BNN Heru Winarko, dan Kepala Bulog Budi Waseso. Secara simbolis mereka juga memasukan satu plastik sabu-sabu ke mesin penghancur.
(jun/JPG)

Advertisement
loading...