Deretan kios liar di Simpang Barelang. | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kios liar yang berjejer di pinggir jalan R Suprapto persisnya di simpang Barelang, Tembesi, Sagulung kembali dikeluhkan pengguna jalan. Deretan kios tersebut terlalu mepet dengan jalan raya sehingga mengganggu kelancaran arus lalulintas.

Pantauan Batam Pos di lapangan jarak antara deretan kios dengan aspal jalan kurang dari satu meter. Itu karena deretan kios liar yang sudah lama ada itu membangun lapak tambahan untuk usaha mereka sehingga kian mempersempit ruas jalan. Lapak tambahan itu ada yang digunakan untuk jualan bensin eceran oleh pemilik bengkel, ada juga tempat bakaran sate bagi mereka yang memanfaatkan row jalan itu sebagai usaha warung makan. Rambu penunjuk jalan yang berjejer di sepanjang jalan termasuk lampu traffic lights yang ada jadi terhalang oleh lapak tambahan itu.

Warga pengguna jalan mengeluh sebab saat jam sibuk sore dan pagi hari kemacetan panjang kerap terjadi di simpang tiga itu. “Setiap pagi selalu kerepotan saya mau antar anak ke sekolah. Macet terus setiap hari di simpang ini. Sudah begitu tak ada lagi cela buat nyelip-nyelip bagi sepeda motor. Pinggir jalan sudah tak ada,” keluh Osias, warga Tembesi Kebun Sayur, Kamis (3/5).

Selain menyebabkan kemacetan, bangunan kios liar itu juga menyulitkan pengendara untuk membaca marka jalan yang ada. Itu karena marka jalan sudah tertutup berbagai bangunan tambahan didepan kios liar tersebut. Padahal di lokasi simpang Barelang itu terdapat banyak plang dan marka sebagai penunjuk jalan bagi mereka yang akan berpergian ke lokasi wisata di Barelang.

Warga berharap agar aparat pemerintah terkait secepatnya menertibkan kios liar yang mengganggu kelancaran arus lalulintas itu.

Camat Sagulung Reza Khadafi sebelumnya mengaku sudah berulang kali menerima keluhan tersebut. Namun demikian mereka tak bisa berbuat banyak sebab kewenangan penertiban ada di Satuan Polisi PamongPraja Kota Batam. “Kita sudah berulang kali surati Satpol PP cuman belum ditindak lanjuti. Pemilik kios juga sudah dikasih peringatan biar bongkar sendiri,” ujar Reza.

Pihak Satpol PP sendiri juga belum menjadwalkan penertiban di lokasi tersebut. Itu karena penertiban masih fokus di wilayah perkotaan seperti Nagoya dan Jodoh. (eja)