Sekretaris Daerah Kepri TS Arif Fadillah memberikan sambutan saat pembukaan warung nasi berbagi kebahagiaan khusus untuk fakir miskin dan dhuafa di Pujasera. F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri TS. Arif Fadilah mengajak umat muslim membantu kaum fakir miskin dan dhuafa guna meringankan be­­ban hidupnya. Semua pas­ti sadar pada sebagian harta ada rezeki saudara-saudara yang tidak mampu.

Iklan

“Ini adalah ide yang luar biasa, kita patut berbangga karena disaat sekarang ini masih ada teman-teman kita yang masih mempunyai nilai sosial dan kepedulian akan keberadaan kaum fakir miskin dan kaum dhuafa,” ujar Arif saat meresmikan pembukaan warung nasi berbagi kebahagiaan khusus untuk fakir miskin kaum dhuafa di Pujasera Pasar Bintan Centre, Batu X, Tanjungpinang, Jumat (4/5).

Turut hadir pada kesempatan ini, Staf Ahli Gubernur Syam­suardi, Ketua LAM Provinsi Kepri Abdul Razak, Perwakilan TNI/ Polri serta beberapa anak yatim piatu.
Arif secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Ketua Komunitas Peduli Endi Maulidi yang mempunyai empati dan jiwa sosial yang tinggi, memperhatikan saudara-saudara yang tidak mampu untuk dapat makan di warung nasi ini dengan harga yang sangat terjangkau.

“Mari kita bersama-sama mendukung kegiatan ini, sehingga para kaum fakir miskin dan para dhuafa bisa berkesempatan untuk mendapatkan makan yang layak, “ kata Arif.

Menurutnya, telah banyak program-program pemerintah yang digulirkan dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat diantaranya melalui pembangunan jalan, jembatan untuk membuka akses untuk peningkatan perekonomian di daerah.

Contohnya dengan adanya jalan atau jembatan maka usaha warung, usaha jualan, usaha jasa akan ikut berkembang karena akses transportasi yang mudah. Jadi multiplier effect dari pembangunan tersebut secara tidak langsung mengangkat derajat perekonomian masyarakat, sehingga semakin berkurang kaum yang tidak mampu di negeri ini.

“Pembangunan yang dilakukan pemerintah muaranya untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ucap Arif.

Sementara itu, Endi Maulidi selaku Ketua Komunitas Peduli dalam sambutannya mengatakan tujuan dibuka­nya warung nasi untuk membantu kaum yang tidak mampu agar dapat makan dengan makanan yang pantas dengan harga yang terjangkau.

Bagi fakir miskin dan dhuafa yang akan makan di warung ini cukup membayar Rp 5.000 dan akan mendapatkan lauk, nasi, buah, serta air mineral. Sedangkan jam operasionalnya, pada Senin – Sabtu mulai pukul 11.00 WIB hingga 14.00 WIB dan bulan puasa dibuka dari pukul 16.00 WIB hingga waktu berbuka.

“Siapapun boleh makan di warung ini. Tapi bagi yang mampu, kalau boleh bayarnya lebih dari Rp 5.000 hitung-hitung sebagai sedekah. Harta yang disedekahkan tidak akan berkurang yang ada malah rezeki kita akan semakin melimpah, “ jelasnya.(bni)