Minggu, 19 April 2026

Wu Xinxin Lompat dari Lantai 3 sebab Depresi

Berita Terkait

Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fahroji (bertopi) mengantar Wu Xinxin ke RSBK.

batampos.co.id – Jajaran Polsek Batuampar telah memeriksa empat orang saksi untuk mengetahui alasan seorang perempuan Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok, Wu Xinxin alias Wendi, 23, mencoba bunuh diri dengan melompat dari lantai 3 Hotel Goodway Batam, Minggu (6/5) lalu.

Kapolsek Batuampar AKP Ricky Firmansyah mengatakan, dari hasil pemeriksaan saksi, Wendi nekat bunuh diri kerena mengalami depresi karena jauh dari keluarganya dan pembelajaran yang berat selama di Batam. Menurut Ricky, Wendi datang ke Batam dalam rangka pembelajaran agama Kristen.

“Pembelajaran itu berlangsung selama dua tahun. Sementara, korban (Wendi, red) berada di Hotel Goodway sudah selama tiga bulan dan masih terus berlangsung pada saat kejadian itu,” kata Ricky, kemarin.

Dijelaskannya, dari keterangan koordinatornya selama di Batam, Wendi memang sudah punya niat untuk melakukan bunuh diri. Bahkan, aksinya itu sudah disampaikannya kepada koordinatornya bahwa selama ini ia mengamali stres dan tidak bisa tidur dalam beberapa hari terakhir.

“Tapi koordinatornya itu selalu menenangkan korban dan korban mengurungkan niatnya. Setelah beberapa kali mengurungkan niat, akhirnya korban nekat bunuh diri. Tapi bisa diselamatkan,” tuturnya.

Dengan menggunakan celana jeans biru dan baju kaos abu-abu, perempuan kelahiran 20 Maret 1995 sempat diminta untuk mengurungkan niatnya oleh pembina Wendi di hotel itu. Namun, Wendi tetap melompat dan berhasil ditangkap oleh tukang ojek Ahmad Azhati dan seorang pengamen Mahmud Hazan.

“Korban mengalami luka robek di bagian kepala dan pingganya mengalami sakit. Kita masih melakukan penyelidikan dan saat ini kami masih terkendala dalam bahasa untuk periksa saksi lainnya,” bebernya.

Sementara itu, psikolog dewasa Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, Riko mengatakan, bunuh diri termasuk ke dalam gangguan jiwa. Apalagi sudah ada usaha untuk melakukan aksi bunuh diri, menurut Riko itu sudah termasuk ke dalam kategori depresi berat yang bisa ditimbulkan oleh berbagai faktor.

“Depresi berat itu ciri utamanya, dia memiliki perasaan sedih dan itu berlangsung minimal selama dua minggu. Biasanya prilaku yang terlihat, wajah sedih, menarik diri dan kurang bersosialisasi,” kata Riko.

Jika orang terdekat mengalami depresi berat, hendaknya orang-orang yang ada disekelilingnya berinteraksi dengan seseorang yang alami depresi untuk terus berinteraksi. Ia mengimbau untuk tidak membuli atau mengucilkan orang yang sedang dalam depresi. Karena, tidak semua orang dapat menerimanya.

“Kalau bercanda jangan sampai kelewatan batas. Akan berbahaya tentunya untuk orang yang mengalami depresi. Terkadang itu, orang yang bunuh diri karena suatu hal yang tak terduga,” imbuhnya. (gie)

Update