batampos.co.id – DPRD Kota Batam menuntut ketegasan camat dan Satpol PP untuk melakukan penertiban kios liar di sekitar pasar seken aviari. Mulai dibangun Maret lalu, belum ada tindakan tegas dari petugas. Kini satu unit kios liar di sana sudah mulai ditempati penyewa.

“Harusnya sebelum ditempati itu harus ditertibkan. Jangan nanti setelah banyak yang menempati baru dilakukan penertiban,” kata anggota komisi III DPRD Kota Batam Werton Panggabean, Senin (7/4).

Ia meminta camat benar-benar serius untuk melakukan penertiban di sana. Bukan hanya janji-janji kepada masyarakat. “Jika ini dibiarkan, maka akan semakin banyak kios liar di Batuaji. Makanya kita minta camat dan Batuaji harus tegas,” katanya.

Menurut Werton, Kios liar yang ada di beberapa titik di Batuaji sangat meresahkan masyarakat. Selain mempersempit jalan, keindahan kota Batam semakin berkurang. “Apalagi untuk bangun kios ini banyak pohon-pohon yang ditumbang. Padahal kita kekurangan ruang terbuka hijau,” katanya.

Wakil Ketua komisi I DPRD Kota Batam, Harmidi juga menyayangkan kios liar yang berada di sana. Menurutnya, saat ini kios liar tidak boleh dibangun. Apalagi saat ini Ranperda pemberdayaan pedagang kaki lima, sedang dibahas.

Kios liar yang dibangun di lahan hijau dekat pasar seken Aviari, Batuaji, Kamis (5/4). Kios liar ini banyak dikomplin oleh warga karena membuat macet jalan. F Dalil Harahap/Batam Pos

“Sebentar lagi mau disahkan. Itu tidak boleh di sana. Nanti penempatan pedagang kaki lima akan diatur. Makanya petugas harus tegas dalam hal ini,” katanya.

Sementara itu, Camat Batuaji Ridwan mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta Satpol PP untuk menertibkan kios liar tersebut. Dan ia mengaku tidak tahu kenapa satpol PP belum menertibkannya.

“Suratnya sudah kita sampaikan kepada Satpol PP. Di lokasi itu memang tidak bisa dibangun kios liar,” katanya beberapa waktu lalu. (ian)