
batampos.co.id – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjungpinang mewisuda 40 penghafal Alquran atau hafiz dan hafizah. Program wisuda tersebut perdana di Tanjungpinang. Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kepri memberikan apresiasi atas prestasi tersebut.
“Kita ingin memberikan nilai tambah, khususnya bagi anak didik kami yang mengambil jurusan agama di MAN Tanjungpinang. Alhamdulillah, hari ini, ada 40 yang layak menyandang predikat hafiz dan hafizah,” ujar Kepala MAN Tanjungpinang, Kartika, Rabu (9/5) lalu.
Ia berharap, apa yang dicapai hari ini, bisa menjadi pelecut bagi seluruh pelajar MAN Tanjungpinang disegala bidang untuk sama-sama berlomba menjadi seorang penghafal alquran. Khusus untuk program agama di tahun ajaran baru nanti, tak terkecuali yang dari luar Tanjungpinang semua akan diikut program pemondokan.
“Jika hari ini, ada hafal satu sampai lima juz, target ke depan adalah lebih dari sekarang ini,” tegas Kartika.
Ditambahkannya, sebagai motivasi, Allah telah menjamin keselamatan bagi seorang-seorang yang menghafal Alquran dan mengamalkannya. Menurutnya, program menghafal Alquran ini, tentunya sejalan dengan visi-misi sekolah. Selain itu ia juga berpesan, bagi pelajar MAN Tanjungpinang yang sudah menyandang predikat hafiz dan hafizah, hendaknya terus menambah kemampuannya secara individu.
“Seperti pepatah mengatakan, lancar kaji karena diulang. Kunci kita selamat di dunia dan akhirat salah satunya adalah berpegang teguh pada Alquran,” tutupnya.
Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan, Kemenag Kota Tanjungpinang Fajri Mubaroq mengatakan, pihaknya memberikan kredit tersendiri bagi MAN Tanjungpinang. Menurut Fajri, keberhasilan ini adalah sesuatu yang patut dicontoh tentunya bagi sekolah-sekolah madrasah lainnya, baik itu negeri maupun swasta.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Islam, Kanwil Kemenag Kepri Suparno menambahkan, adanya program wisuda tahfiz ini, menunjukan MAN Tanjungpinang telah memberikan warna tersendiri. Ia berharap, ini bisa menaikan nilai jual MAN kedepan. Ditegaskannya, pondasi yang sudah dibangun ini, hendaknya harus terus dijaga.
“Sesuatu yang baik, jika tidak kita jaga, maka kebaikannya akan hilang. Maka wajib, siapupun pemimpin kedepan untuk menjaganya. Memang memulai bukan sesuatu yang mudah. Dari itu, jangan sampai dibiarkan,” tegas Suparno.(jpg)
