Sabtu, 18 April 2026

Dokter Gigi Ogah Ditugaskan di Pulau

Berita Terkait

batampos.co.id – Empat puskesmas di Kabupaten Karimun tidak memiliki dokter gigi. Penyebabnya, tak ada dokter gigi yang mau ditempatkan di pulau karena memandang gajinya kecil.

”Padahal Pemerintah Kabupaten Karimun sudah membuat rancangan standar gaji lebih besar untuk dokter gigi yang mau bertugas di puskesmas daerah terpencil, tapi tetap aja tak ada yang mau,” ujar Kepa­la Di­nas Kesehatan Kabupaten Kari­mun, Rachmadi, Ju­mat (11/5).

Belum adanya dokter gigi yang mau ditempatkan atau bertugas di empat puskesmas yang ada di Pulau Dusun Niur, Durai, B­elat, dan Pulau Alai, sudah ia lapor­­kan ke Bupati Karimun Aunur Rafiq. Bupati telah mengambil kebijakan untuk me­­naikkan gaji dokter gigi yang mau ditempatkan di empat pus­kes­­­mas tersebut.

Saat ini, katanya, standar gaji untuk dokter gigi yang ditempatkan di puskesmas yang ada di pulau-pulau sebesar Rp 5 juta per bulan. Itu belum termasuk upah tambahan jasa. Jika ditambah dengan jasa pelayanan yang diterima dari puskesmas, seorang dokter gigi bisa mendapatkan sekitar Rp 7 juta per bulan.

Tapi, untuk menarik minat dokter gigi yang mau ditempatkan di puskesmas yang ada di pu­lau-pulau di Karimun, Pemkab Karimun menawarkan ga­ji Rp 9 juta per bulan. Besaran gaji tersebut dianggarkan pada APBD perubahan 2018 atau APBD murni 2019 nanti. Setelah naik dari Rp 5 juta menjadi Rp 9 juta, Rachmadi berharap ada dokter gigi yang mau mengabdi di puskesmas yang ada di pulau.

”Kondisi kekosongan dokter gigi sudah kita sampaikan ke PDGI Kabupaten Karimun. Na­mun, tetap belum ada yang bermi­nat. Kita berharap Pemerintah Provinsi Kepri bisa memban­tu,” jelasnya.

Sudah setahun ini Di­nas Kesehatan Kabupaten Ka­rimun mencari dokter gigi un­tuk ditempatkan di empat pus­kesmas yang ada di pulau-pu­lau. Berbagai upaya telah dil­a­kukan, termasuk menjalin ker­ja sama dengan beberapa per­­guruan tinggi yang ada di Su­­matera dan Jawa. Namun, sam­pai saat ini belum ada dokter gigi yang mau bertugas di pulau-pulau di Kabupaten Karimun.

Sementara itu, anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) melalui grup media sosial rajin mengekspos semakin banyaknya korban nyawa akibat kasus malpraktik yang dilakukan orang yang tidak berkompeten di bidang gigi, semisal tukang gigi. Tapi melihat fakta di Karimun membuka mata masyarakat bahwa tak satupun anggota PDGI yang tergerak hatinya mau mengabdikan diri ke pulau-pulau, khususnya di empat puskesmas tersebut. Padahal dokter gigi disumpah untuk memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat. (san)

Update