batampos.co.id – Empat puskesmas di Kabupaten Karimun tidak memiliki dokter gigi. Penyebabnya, tak ada dokter gigi yang mau ditempatkan di pulau karena memandang gajinya kecil.
”Padahal Pemerintah Kabupaten Karimun sudah membuat rancangan standar gaji lebih besar untuk dokter gigi yang mau bertugas di puskesmas daerah terpencil, tapi tetap aja tak ada yang mau,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi, Jumat (11/5).
Belum adanya dokter gigi yang mau ditempatkan atau bertugas di empat puskesmas yang ada di Pulau Dusun Niur, Durai, Belat, dan Pulau Alai, sudah ia laporkan ke Bupati Karimun Aunur Rafiq. Bupati telah mengambil kebijakan untuk menaikkan gaji dokter gigi yang mau ditempatkan di empat puskesmas tersebut.
Saat ini, katanya, standar gaji untuk dokter gigi yang ditempatkan di puskesmas yang ada di pulau-pulau sebesar Rp 5 juta per bulan. Itu belum termasuk upah tambahan jasa. Jika ditambah dengan jasa pelayanan yang diterima dari puskesmas, seorang dokter gigi bisa mendapatkan sekitar Rp 7 juta per bulan.
Tapi, untuk menarik minat dokter gigi yang mau ditempatkan di puskesmas yang ada di pulau-pulau di Karimun, Pemkab Karimun menawarkan gaji Rp 9 juta per bulan. Besaran gaji tersebut dianggarkan pada APBD perubahan 2018 atau APBD murni 2019 nanti. Setelah naik dari Rp 5 juta menjadi Rp 9 juta, Rachmadi berharap ada dokter gigi yang mau mengabdi di puskesmas yang ada di pulau.
”Kondisi kekosongan dokter gigi sudah kita sampaikan ke PDGI Kabupaten Karimun. Namun, tetap belum ada yang berminat. Kita berharap Pemerintah Provinsi Kepri bisa membantu,” jelasnya.
Sudah setahun ini Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun mencari dokter gigi untuk ditempatkan di empat puskesmas yang ada di pulau-pulau. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi yang ada di Sumatera dan Jawa. Namun, sampai saat ini belum ada dokter gigi yang mau bertugas di pulau-pulau di Kabupaten Karimun.
Sementara itu, anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) melalui grup media sosial rajin mengekspos semakin banyaknya korban nyawa akibat kasus malpraktik yang dilakukan orang yang tidak berkompeten di bidang gigi, semisal tukang gigi. Tapi melihat fakta di Karimun membuka mata masyarakat bahwa tak satupun anggota PDGI yang tergerak hatinya mau mengabdikan diri ke pulau-pulau, khususnya di empat puskesmas tersebut. Padahal dokter gigi disumpah untuk memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat. (san)
