
batampos.co.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPR) Provinsi Kepri Abu Bakar mengatakan, Gubernur Kepri Nurdin Basirun terus mempertanyakan persiapan proyek tahun jamak. Menurut Abu Bakar, kegiatan strategis tersebut ditargetkan berjalan pada Juni mendatang.
Saat ini ini katanya, sedang dilakukan pengajuan lelang untuk Konsultan Pengawas. “Untuk lelang fisiknya kami targetkan pada Juni mendatang,” ujar Abu Bakar menjawab pertanyaan media, Jumat (11/5).
Dijelaskannya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kepri sudah mengeluarkan rekomendasi ke Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kepri. Pihaknya yakin Surat Keterangan Kelayakan Lingkungan (SKKL) untuk proyek penataan kawasan Gurindam 12 akan segera terbit.
“Juni mendatang setelah lelang selesai, pekerjaan fisiknya bisa kami gesa,” tegas Abu.
Terkait rencana strategis ini, pihaknya sudah menggelar rapat lanjutan bersama Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kepri dan pihak-pihak terkait.
Disebutkan Abu Bakar, semua pihak sudah mem berikan masukan. “Selain itu, proses sosialisasi dengan masyarakat berjalan,” papar Abu.
Ditambahkannya, pembangunan Pulau Dompak, pekerjaan yang sedang berlangsung sekarang ini adalah peningkatan jalan di depan Kantor DPRD Kepri, dan jalan menuju Masjid Raya Nur Ilahi. Selain itu, yang baru berlangsung adalah kelanjutan Bundaran I Dompak.
“Kegiatan lain yang sedang kita gesa adalah kelanjutan gerbang Jembatan I Dompak. Karena ada kesalahan administrasi, sehingga di lelang ulang,” tutup Abu Bakar.
Seperti diketahui, Pemprov Kepri berjudi dengan mengorbankan APBD Kepri lewat proyek tahun jamak sebesar Rp 530 miliar sampai 2020. Pembangunan ini diharapkan bisa merubah wajah ibu kota Kepri, Tanjungpinang jadi lebih elegan.(jpg)
