Iklan

batampos.co.id – Pemko Surabaya, hari ini (13/5/2018) bakal menyelenggarakan Festival Rujak Uleg 2018. Kegiatan yang akan diikuti 1.500 peserta yang terbagi dalam 275 grup tersebut, dipastikan akan berlangsung semarak dan meriah.

Hajatan tahunan yang diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi Kota Pahlawan ke-725 tersebut akan memberikan hiburan yang menarik bagi para pengunjung. Even besar tersebut juga dikemas lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) sebagai ujung tombak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pelaksaanan festival tersebut, akan menyuguhkan pertunjukkan tarian-tarian yang bakal meramaikan Festival Rujak Uleg 2018.

Hiburan dengan barongsai dan reog serta penampilan tari-tarian tentang rujak uleg, juga akan menjadi bumbu-bumbu kemeriahan festival yang diselenggarakan di sepanjang Jalan Kembang Jepun tersebut.

“Festival Rujak Uleg 2018 akan tampil beda dan lebih meriah dibandingkan tahun lalu,” kata Plt Kepala Disbudpar, Irvan Widyanto.

Selain hiburan, kali ini panitia juga akan mewajibkan untuk perubahan ukuran cobek. Jika sebelumnya, untuk cobek yang digunakan berukuran sebesar 1,5-1,7 meter, maka untuk tahun ini diperbesar menjadi 2,5 meter. Cobek yang lebih besar tersebut akan menambah ikon rujak uleg menjadi lebih booming.

Cobek buatan pengrajin patung batu Kota Mojokerto itu berdiamater 2,5 meter. Wow!

Memesanya pun sudah dilakukan sejak jauh hari. Tepatnya sejak satu bulan yang lalu cobek tersebut sudah dipesan dan sekarang siap digunakan pada Festival Rujak Uleg 2018. Nursyamsiah mengatakan cobek yang digunakan pada tahun lalu berdiameter 1,7 meter. Nah, untuk kali ini Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini akan ngulek bareng menggunakan cobek yang lebih besar itu.

Dengan adanya cobek yang berukuran lebih besar tersebut, Nursyamsiah berharap pelaksanaan kali ini lebih heboh lagi dan spektakuler.

“Memang ukurannya lebih besar ya. Pastinya nanti rujaknya juga lebih banyak. Nanti cobek tersebut bisa menampung sekitar 200 porsi,” imbuh Nursyamsiah.

Ia menambahkan, saat pembuatan cobek berukuran raksasa itu, pengrajinnya mengaku kesulitan dalam mencari bahan. Sebab, ukuran cobek yang dipesan di luar kebiasaan.

“Cari batu yang diameternya sebesar itu, ya sulit. Tapi tetap dilakukan dan akhirnya bisa terwujud,” ujarnya.

(sb/vga/gin/jek/JPR)

Advertisement
loading...