batampos.co.id – Jajaran Polsek Sagulung kembali gelar operasi cipta kondisi (Cipkon) di wilayah hukum Mapolsek Sagulung, Sabtu (12/5) malam. Operasi dengan sasaran kelompok geng motor kriminal ini polisi berhasil mengumpulkan puluhan remaja yang berkeliaran hingga larut malam.
Sebelum disuruh pulang atau diusir dari lokasi mereka nongkrong, remaja-remaja yang masih berstatus pelajar terlebih dahulu didata dan diberi pengarahan oleh Kanit Reskrim Polsek Sagulung Ipda Walter Nainggolan.
Kapolsek Sagulung AKP Yudha Surya Wardana menuturkan, operasi ini merupakan kali ketiga dalam sebulan belakangan ini. Dua operasi sebelumnya fokus menertibkan minuman keras (miras) yang dijual secara illegal di pinggir jalan.
“Tadi malam fokus ke premanisme, geng motor, begal dan sajam (senjata tajam),” ujarnya, Minggu (13/5).
Operasi yang terakhir ini fokus di lokasi-lokasi yang rawan dengan aksi kejahatan selama ini seperti; di lapangan kosong samping Sentosa Perdana (SP) Plaza Mall, Depan Tunas Regency hingga ke wilayah Dapur 12, Sagulung. Hasilnya tidak ada yang diamankan, namun dari operasi diakui Yudha cukup membantu sebagai upaya preventiv terhadap berbagai kemungkinan aksi kejahatan terhadap masyarakat.
“Banyak anak-anak yang nongkrong hingga larut malam. Bahkan di lokasi warnet. Inikan berbahaya kalau dibiarkan. Makanya mereka kami bubarkan,” ujar Yudha.
Jika ini dibiarkan tentu akan berdampak buruk kedepanya. Anak-anak yang rata-rata masih aktif sebagai pelajar itu bisa saja terjerumus dengan pergaulan yang tidak sehat.
“Apalagi nongrong di warnet, entar ketagihan tak duit, bisa nekat nyolong mereka nanti,” ujar Yudha.
Selain membumbarkan anak-anak yang nongkrong di warnet, Polsek Sagulung juga membubarkan kelompok remaja bersepeda motor yang nongkrong di depan Tunas Regency.
“Sebelum dibubarkan mereka kami beri pengarahan. Nanti kalau ketangkap lagi akan kami tindak tegas,” tutur Yudha. (eja)
