
batampos.co.id – Bentuknya menyerupai keranda mayat tapi bukan tempat mayat.
Masjid Assalam, Batuaji, Batam, Provinisi Kepri membuat kotak infaq berbentuk keranda mayat.
Pengelola Masjid Assalam Muhammad Yunus mengatakan, kotak infaq berbentuk keranda itu memang banyak ditanggapi masyarakat. Ada yang menilai positif bentuk kotak infaq berukuran sekitar 20 x 40 sentimeter itu. Namun ada pula warga yang menganggap bentuk kotak infak itu menyeramkan.
“Macam-macamlah tanggapan orang. Ada yang takut. Mereka bilang seram. Ingat mayat pula kalau nengok kotak infaq di sini,” kata Yunus Ketika ditemui di halaman Masjid Assalam, Kecamatan Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (11/5).
Sebenarnya, ide desain kotak infaq berbentuk keranda merupakan proses efisiensi dari bahan baku berupa pipa besi. Bentuk pipa yang telah terpotong menjadi setengah lingkaran hanya tinggal diberi tutup di tiga bagian lain dari sisi pipa yang ada.
Hal itu jauh lebih ringkas dari pada harus membuat kotak infaq yang memang berbentuk balok.
“Bentuknya sudah setengah lingkaran. Supaya efisien, kami ikuti saja itu. Untuk membuat seperti keranda, ditambahkan besi di ujung-ujungnya,” kata Yunus.
Yunus menambahkan, desain kotak infak berbentuk keranda sekaligus untuk mengingatkan semua orang. Bahwa ancaman kematian sudah pasti datang. Sehingga masyarakat diharapkan bisa mempersiapkan diri dengan amalan. Salah satunya degan berinfaq.
Sejak desain kotak infaq ini dibuat, terjadi peningkatan sumbangan yang diterima masjid. Hal itupun cukup membuat pengelola masjid senang. Karena upaya mengingatkan masyatakat sedikit banyak membuahkan hasil.
Sebelumnya, sumbangan infaq masyarakat berada di angka Rp 300 ribu sampai Rp500 ribu. Setelah menggunakan kotak infaq berbentuk keranda ini sumbangan mengalami peningkatan. Jumlahnya mencapai Rp 800 ribu untuk setiap Jumat.
“Alhamdulilah, ada perubahan. Artinya apa, ini membawa perubahan. Kami saling mengingatkan. Ingat mati itu pasti datang. Jadi jangan lupa beramal,” papar Yunus.
(bbi/JPC)
