Iklan
Kapolsek Batuaji, Kompol Syarifudin Dalimunthe memberikan kata sambutan saat pengukuhan Dai Kamtibnas Polsek Batuaji di Hotel Aviari, Batuaji, Selasa (15/5). Kapolsek Batuaji adalah ktua Pembina Dai Kamtibnas. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Antisipasi ancaman teror dan radikalisme, Polsek Batuaji dan Kecamatan Batuaji melaksanakan pengukuhan ikatan Da’i Kamtibnas Polsek Batuaji, Selasa (15/5).

Acara ini pun di ikuti oleh Forum RT/RW, Kelurahan, warga dan berbagai forum lainnya. Tujuan untuk menolak terorisme dan berita berita hoax yang bisa memecah belah persatuan.

“Melalui pengukuhan ini, kami berharap Kecamatam Batuaji kondusif, tentram dan aman dari ancaman teror,” kata Ridwan, Camat Batuaji.

Ridwan mengatakan, menciptakan keamanan dan kenyamanan serta rasa kondusif itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah serta kepolisian. Namun itu semua menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai warga Batuaji.

“Warga, tokoh agama, rt/rw dan semua elemen yang ada di wilayah Batuaji harus bertanggung jawab untuk mencipkan rasa aman, nyaman dan kondusif,” katanya.

Melihat teror bom yang terjadi dua hari belakangan, Ridwan mengatakan cukup sangat prihatin. Ia berharap agar kejadian seperti itu tidak terjadi di kota Batam. Untuk mengatisipasi itu, Ridwan minta agar warga selalu kerja sama untuk mencipkan suasana kondusif.

“Jujur, saat mengetahui berita teror bom, saya mau nangis. Dalam hati, saya berdoa supaya kejadian itu tidak terjadi di Kota Batam,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe mengatakan Da’i sendiri memiliki anggota sebanyak 37 orang. Tujuan di bentuknya Da’i ini adalah, untuk memberikan rasa aman dan kondusif di lingkungan masyarakat.

“Visi dan misi kita untuk menyejukkan masyarakat, jika ada perselisihan di lingkungan masyarakat, maka Da’i akan datang dan mencoba menyelesaikan masalah tersebut,” ujarnya.

Saat ini ia tak menampik banyak faham faham radikalisme yang bisa memecah belah persatuan Negara Indonesia. Maka dengan itu, warga harus menjadikan perbedaan itu menjadi nikmat.

“Jangan gara gara perbedaan kita terpecah. Perbedaan itu harus di jadikan nikmat. Apalagi tahun pemilu semakin dekat, banyak hal hal negatif yang akan muncul,” tuturnya. (une)

Advertisement
loading...