Iklan
Ucok Lasdin Silalahi. F. Dokumentasi batampos.co.id

batampos.co.id – Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan langsung tanggap untuk mencegah penyebaran paham radikalisme yang berpotensi melahirkan aksi teror sebagaimana yang terjadi akhir pekan lalu di Surabaya dan Sidoarjo. Upaya pencegahan ini dinilai mesti dilakukan bersama dari skala paling bawah.

“Saya melihat peran ketua RT/RW ini cukup vital. Mereka harus memantau aktivitas warganya dan jangan sampai kecolongan jika ada yang melakukan aktivitas mencurigakan,” kata Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza ketika diskusi pagi sambil ngopi bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Tanjungpinang, Senin (14/5).

Pengawasan ketat kepada seluruh warga yang masuk, sambung Ariza, juga jadi kunci yang harus dilakukan aparat terdekat. Ia berharap setiap lurah dan camat berkoordinasi mengawasi penduduk pendatang dan selalu mengecek kos-kosan, karena Tanjungpinang kawasan yang gampang untuk dimasuki. “Apalagi penduduknya ramah sehingga nyaman sekali untuk pendatang,” ungkapnya.

Terpisah, Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi berjanji untuk menjaga kondusivitas bersama segenap jajarannya. Ia tak menyangkal paham radikalisme ini bisa saja tumbuh dan berkembang di mana saja, tanpa mengenal tempat dan waktu. Namun, asalkan ada kekompakan masyarakat dan pelbagai elemen untuk tidak memberi ruang, Ucok yakin, Tanjungpinang kota yang aman untuk ditinggali.

“Saya harap media juga berperan agar tidak memberikan ruang statemen dari tokoh-tokoh yang tidak mempunyai nilai penghargaan terhadap manusia. Mari menjaga situasi keamanan bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ucok mengimbau seluruh warga untuk mewaspadai gerak-gerik atau aktivitas atau kegiatan yang mencurigakan di lingkungannya. Warga diminta segera melaporkan ke pihak kepolisian terdekat atau Bhabinkamtibmas jika menemukan hal-hal yang berbau ancaman atau teror. “Seluruh warga harus ikut menjaga keamanan di lingkungan masing-masing,” kata Kapolres.

Di tempat terpisah, Bupati Bintan Apri Sujadi juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, persoalan terorisme yang berkembang saat ini bukan hanya beban pemerintah pusat. “Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Apri usai menggelar rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Bintan beserta seluruh Kepala Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) Bintan di Ruang Rapat II Kantor Bupati Bintan, Selasa (15/5).

Ia mengatakan, meskipun wilayahBintan jauh dari kasus teror bukan berarti harus menutup mata. ”Kita harus siap-siap atas semua ancaman yang bisa datang kapan saja,” bebernya.

Apri mencontohkan saat isu teror berkembang di Batam dua tahun yang lalu, Bintan mendapat imbas yang berat. Laporan dari beberapa resort, waktu itu lebih dari 800 kamar hotel yang telah dipesan turis mancanegara langsung dibatalkan.
“Itu baru isu, belum terjadi. Tapi imbasnya sudah sedemikian besar,” beber Apri.
(aya/met/odi)

Advertisement
loading...