Jumat, 10 April 2026

Polisi Tembak Pencuri Motor

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – Polsek Sagulung bekuk dua pelaku pencurian sepeda motor (curanmor). Mereka adalah Mh dan Ir, komplotan curanmor antar pulau yang dibekuk di dekat Rusunawa Mukakuning, Senin (14/5) lalu. Keduanya dihadiahi timas panas di bagian betis karena mencoba kabur saat digrebek polisi.

Kapolsek Sagulung AKP Yuda Suryawardana mengatakan, kedua pelaku ditangkap berdasarkan laporan pencurian sepeda motor dari seorang warga di Perumahan Buana Impian, pada hari yang sama saat kedua pelaku ditangkap.

“Korban lagi belanja di warung sebentar saja. Kunci motornya dibiarkan gantung di sepeda motor. Kedua pelaku memanfaatkan kelengahan korban itu. Sepeda motor (Yamaha Mio) korban dibawa kabur mereka,” kata Yuda.

Saat mengadu ke Polsek Sagulung, korban dan beberapa saksi termasuk sang pemilik warung mengetahui ciri-ciri kedua pelaku. Dari keterangan saksi itu polisi mendapat petunjuk jika kedua pelaku bersembunyi di sekitar Rusunawa Pemko Batam di Mukakuning.

“Saya dan anggota langsung gerak ke sana. Dua jam kami intai akhirnya mereka keluar. Kami grebek malah mau kabur mereka makanya ditembak anggota,” tutur Yuda.

Dari tangan kedua pelaku itu polisi mengamankan enam unit sepeda motor dari berbagai merk hasil curian mereka. Enam sepeda motor itu diantaranya; tiga unit satria FU, dua unit Yamaha Mio dan satu unit sepeda motor Honda besar yang sudah dimodifikasi.

Kepada Polisi kedua pelaku mengakui, enam sepeda motor itu hasil curian mereka sejak awal tahun lalu di sekitar kota Batam. Dua diantaranya masuk dicuri di wilayah hukum Mapolsek Sagulung.

“Satu di Lubukbaja pak. Sisanya di sini (Sagulung dan Batuaji),”kata Mh.

Disinggung sudah berapa banyak sepeda motor yang merek curi, Mh dan Ik mengaku baru enam unit tersebut, namun demikian polisi tak yakin sebab kedua pelaku ini diduga pemain lama yang sudah sering menggasak sepeda motor warga di Batam.

“Mereka ini dari pulau-pulau terdekat. Satu dari Sembulang satu lagi dari pulau Akar. Bisa jadi sudah banyak yang dijual ke pulau. Ini yang akan kami dalami lagi termasuk dua pelaku yang masih satu jaringan dengan mereka masih DPO,” kata Yuda. (eja)

Update