
batampos.co.id – Warga Batam dapat menghubungi Nomor Tunggal Panggilan Darurat (Call Center) Pemko Batam pada nomor 112 jika ada keadaan darurat, termasuk di dalamnya ada indikasi aksi terorisme.
“Iya bisa juga, apapun layanan darurat bisa menghubungi 112. Layanan ini aktif 24 jam,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Salim, Jumat (18/5) pagi.
Menurut Salim, setiap laporan darurat dari masyarakat akan diteruskan ke instansi terkait, terkait terorisme ini tentu akan diteruskan ke polisi. Salim menyebutkan, pihaknya punya sistem untuk meneruskan pesan atau informasi ke instansi yang terkait.
“Selain ke polisi, hal darurat lain seperti kebakaran akan kami teruskan ke Damkar (Pemadam Kebakaran),” imbuhnya.
Namun, ia memilah layanan 112 merupakan layanan khusus kedaruratan, sementara untuk keluhan biasa dapat melalaui layanan Apakesah yakni aplikasi layanan aduan masyarakat Kota Batam berbasis web dan aplikasi mobile. Aplikasinya dapat diunduh di Play Store.
“Yang ringan dan penanganannya tidak darurat bisa lewat Apakesah saja,” ucapnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Batam mengeluarkan surat edaran nomor 44/P-OD/V/2018 tentang upaya bersama untuk kewspadaan dini dlam mengantisipasi dan memelihara kamtibnas di Kota Batam . Surat ini ditandatangani oleh Sekretaris daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin, tertanggal 17 Mei 2018 dan berisi Tujuh imbauan. Di antaranya, melaporkan hal yang dinilai menganggu keamanan dan ketertiban via 112.
Hal lain yakni, masyarakat dan instansi pemerintah maupun swasta mengatisipasi dan memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyakarat (Kamtibmas) dengan meperketat pengawasan pada barang atau orang sehingga terhindar dari tindakan melawan hukum seperti terorisme, mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) secara terpadu dan proaktif sehingga meminimalisir ruang gerak hal hal yang berlawanan dengan hukum.
Masyarakat Kota Batam diimbau menggunakan secara positif media sosial untuk memghindari ujaran kebencian, hasutan maupun provokasi, seluruh pimpinan agama dan umat beragama menjaga kerukunan. Dan, khusus Ramadan diharapkan dapat berjalan dengan kondusif dengan dukungan semua pihak yakni dengan menghargai umat islam yang menjalankan ibadahnya. (iza)
