batampos.co.id – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kepri, Doli Boniara mengatakan, berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) di tujuh kabupaten/kota di Kepri tahun 2017. Angka kemiskinan tertinggi di Kepri adalah Kota Batam. Yakni dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 28.674 Kepala Keluarga (KK).
“Yakni 22.555 KK masuk kategori sangat miskin. Sedangkan 6.119 KK dinyatakan miskin,” ujar Doli Boniara, Minggu (20/5) di Tanjungpinang.
Dijelaskannya, diurutan kedua yakni Tanjungpinang. Jumlah penduduk yang sangat miskin sebanyak 4.624 KK. Kemudian yang dikategorikan miskin 5.163 KK. Diposisi ketiga disandang Kabupaten Lingga. Di Negeri Bunda Tanah Melayu tersebut terdapat 1.608 KK sangat miskin. Sementara yang dinyatakan miskin adalah 2.171 KK.
Ditempat keempat ditempati Kabupaten Karimun, yakni sebanyak 1.173 KK sangat miskin. Adapun jumlah KK yang masuk kelompok miskin sebanyak 2.590. Setelah Karimun adalah Kabupaten Bintan. Di Bintan sebanyak 178 KK dinyatakan sangat miskin. Sedangkan KK yang miskin sebanyak 1.050.
“Diposisi keenam ada Kabupaten Natuna. Jumlah penduduk sangat miskin sebanyak 151 KK. Sedangkan kategori miskin yakni sebanyak 281 KK,” papar Doli.
Masih kata Doli, pada urutan terakhir Kabupaten Kepulauan Anambas. Di Kabupaten tersebut hanya ada 1 KK yang dinyatakan sangat miskin. Sedangkan penduduk yang miskin sebanyak 26 KK. Mantan Kepala Biro Pemerintah tersebut menegaskan, untuk menekan angka kemiskinan tersebut, ada beberapa upaya yang sedang dilakukan. Yakni melalui Usaha Ekonomi Produktif (UEP), Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Bantuan Kesejahteraan Sosial.
“Ada beberapa hal yang menyebabkan turun naiknya angka kemiskinan. Selain tingkat pengangguran tentunya, imigrasi penduduk luar daerah seperti Batam,” paparnya lagi.
Menurut Doli, dari beberapa program pengentasan kemiskinan yang sudah dijalankan, pada 2017 lalu pihaknya menargetkan program pengentasan kemiskinan 14.547 KK di seluruh Kepri. Realisasi tersebut tercapai sekitar 99,86 persen atau 14.526 dari 47.690 KK yang dinyatakan sangat miskin dan miskin.
“Program yang sudah berjalan seyogyanya telah memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan keluarga miskin. Evaluasi ini, kita lakukan setahun dua kali. Yakni pada Juni dan Desember,” tutup Doli.(jpg)
