
batampos.co.id – Masyarakat pengguna jalan di Batuaji dan Sagulung masih mengeluhkan aktivitas angkutan kota (Angkot) yang tak menghargai pengguna jalan lainnya. Keluhan warga itu cukup beralasan, itu karena ulah para sopir angkot yang ngetem atau parkir di atas bahu jalan.
Kondisi seperti itu terlihat sepanjang waktu di bawah Jembatan Penyebrangan Orang depan kawasan Sentosa Perdana (SP) Plaza dan di Jalan Ahmad Yani depan kawasan Industri Batamindo. Arus lalulintas di dua lokasi tersebut jadi terhambat sebab separuh jalan sudah ditutup oleh angkot yang parkir.
“Dua lokasi ini sudah dikuasai oleh angkot sebagai tempat ngetem mereka. Setiap jam sibuk kerja pasti macet, karena mereka menaik-turunkan penumpang, ” ujar Novriadi, pengendara motor, Minggu (20/5/2018).
Dia mengatakan karena kondisi itu, kecelakaan lalu lintas kerap terjadi sebab saat pengendara lain mencoba melewati angkot yang ngetem itu akan bersenggolan bahkan tabrakan dengan kendaraan lain yang melaju di sebelah kanan jalan.
“Tempat berhentinya bukan di tepi jalan, tapi di badan jalan, itu yang bikin kesal,” katanya.
Selain persoalan ngetem sembarang tempat, sikap kasar para sopir angkot juga dikeluhkan warga. Warga pengguna jalan di Batuaji dan Sagulung sering kali terlibat cek cok dengan para sopir angkot. Itu karena para sopir angkot merasa menguasai jalan dan tak terima jika ditegur oleh pengendara lain.
“Kalau kita tegur malah mereka yang marah-marah,” ucap Diana, pengendara lain.
Dengan adanya keluhan-keluhan itu, warga berharap agar instansi pemerintah terkait segera ambil tindakan untuk menertibkan angkot yang berulah itu. (une)
