
batampos.co.id – Bulog Batam ikut turun bersama tim satgas pangan untuk memonitor kesediaan pasokan komoditi bahan pangan di beberapa titik di sejumlah pasar, Jumat (25/5).
Dari hasil monitor tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, Disperindag Batam dan Bulog Batam sendiri, kesediaan pasokan komoditi bahan pangang untuk di Batam, aman hingga beberapa bulan ke depan.
“Kami tadi ikut turun juga mengecek kesediaan komoditi bahan pangan bersama tim satgas pangan. Khusus untuk di Bulog, stok beras sangat mencukupi hingga beberapa bulan ke depan,” ujar Kepala Bulog Batam, Agung Rochman.
Saat ini, lanjutnya, di gudang Bulog Batam sudah ada stok beras menapai lebih dari dua ribu ton. Begitu juga dengan gula stoknya juga melimpah.
Dari hasil monitoring, Agung menegaskan, beberapa bahan pangan banyak dijual tak melebihi HET.
“Soal penindakan itu berada di tim satgas kalau ditemukan ada pedagang nakal yang menjual barang dagangannya jauh di atas HET,” terang Agung.
Sementara anggota DPRD Batam, Uba Ingan Sigalingging menegaskan, saat ini baik pengawasan maupun pemberian sanksi terkait adanya kecurangan para pedagang yang menjual barang dagangannya jauh di atas HET, kewenangannya mutlak berada di provinsi, tak lagi di Batam.
Sehingga Disperindag Batam tak lagi mampu menjatuhkan sanksi ke pedagang nakal.
“Disperindag Batam sendiri untuk dana pengawasan itu saat ini tak ada. Monitoringnya pun juga tak ada Di tingkat operasional, Disperindag Batam sudah tak bisa lagi menindak pedagang nakal. Sebab, baik kewenangan maupun penganggarannya itu tak ada,” ujar Uba Ingan.
Disperindag Batam, lanjutnya, hanya bisa memberikan laporan kepada provinsi terkait adanya praktek pedagang nakal yang memonopoli harga. (gas)
