Senin, 6 April 2026

Kas Keliling BI, Sediakan Rp 9,9 Miliar

Berita Terkait

Warga menukar uang pecahan di Kas Keliling yang berada di Ruko Mege Legenda 2, Batamcentre, Sabtu (26/5). Bank Indonenesia perwakilan Kepri bekerja sama dengan Perbankan melayani penukaran pecahan untuk keperluan lebaran oleh Masyarakat. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Memenuhi kebutuhan masyarakat dalam penukaran uang baru jelang Lebaran, Bank Indonesia (BI) Kepri mengadakan program Kas Keliling yang dimulai, Sabtu (26/5). Di hari pertama, digelar di dua titik yakni parkiran Ruko Botania 2 dan parkiran Ruko Mega Legenda 2.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan kas keliling merupakan program bersama dengan menggandeng perbankan Kota Batam, agar ikut melayani penukaran uang pecahan kecil tanpa dipungut biaya.

“Khusus di 2018 ini, kami menyediakan kas keliling di tengah masyarakat Batam, tepatnya di beberapa titik pusat keramaian warga,” ujar Gusti, kemarin.

Ia menyebutkan, di dua titik pelaksanaan penukaran uang tersebut terlibat 11 perbankan dan dua dari BI. “Total uang pecahan kecil yang kami sediakan di dua titik itu, sebanyak Rp 9,9 miliar mulai dari pecahan Rp 2 ribu sampai Rp 20 ribu,” terangnya.

Menurut Gusti, kegiatan ini sebagai edukasi kepada masyarakat untuk tetap menukarkan uangnya di tempat yang bertanda resmi agar tidak ada lagi oknum yang mengenakan tarif khusus dalam penukaran uang baru.

“Masyarakat bisa mendapatkan uang baru di bank-bank yang bertanda ‘menerima penukaran uang’ atau di kas keliling ini. Biasanya jika menukar di tempat yang tidak resmi, akan ada potongan dan itu tidak boleh,” tegasnya.

Kas keliling Bank Indonesia yang diikuti Bank BTN, BRI, CIMB Niaga,mandiri, BNI Syariah, bankjatim, mandiri syariah, PermataBank, dan BRIsyariah, di mulai dari pukul 08.00 WIB hingga siang hari. Kegiatan tersebut akan kembali hadir di dua titik lainnya, Sabtu (2/6) nanti.

“Dua titik berikutnya itu di parkiran Lapangan Futsal SP Plaza Batuaji, dan di parkiran Food Court Tiban Center,” ucap Gusti.

Dari pantauan Batam Pos, program kas keliling tersebut belum mengundang antusias masyarakat. Padahal, momen penukaran uang baru kerap ditunggu sejumlah masyarakat khususnya umat Muslim.

“Tidak tahu informasinya. Ini karena belanja ke pasar, makanya baru tahu,” ungkap salah satu warga, Marni yang saat itu akan berbelanja ke Pasar Botania 2.

Apalagi dalam penukaan uang baru tersebut, hanya diperuntukkan dalam jumlah per 100 lebar. “Butuh bawa duit banyak juga jadinya. Kalaupun ingin tukar beberapa macam uang baru yang gak sampai per 100 lembar, tentu harus cari teman dulu yang mau berbagi. Sementara kas keliling hanya dibuka setengah hari dalam satu hari saja,” papar Marni menyayangkan.

Ditambahkan dari Sucipto yang juga berada di lokasi penukaran uang di Botania 2 mengaku, kurang sependapat dengan digelar hanya satu hari di satu titik dan digelar sebelum pertengahan Ramadan.

“Terpaksa gigit jari. Mau nukar THR belum keluar. Padahal programnya kan bagus, tapi hanya digelar sehari saja. Kalau mau nukar di Bank kadang susah, ujung-ujungnya jadi nukar ke pihak yang kenakan potongan,” keluhnya.

Selain itu, kondisi penukaran di Mega Legenda 2 juga tampak tak bergairah. “Gak ada duitnya mbak. Mau nukar pakai apa? dapat THR juga habis untuk potongan,” beber pekerja swasta, Rita yang usai berbelanja sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Mega Legenda. (nji)

Update