Iklan

batampos.co.id – Riset Kementerian Kesehatan RI pada 2016 lalu mencatat, 1 dari 3 penduduk Indonesia usia 18 tahun ke atas memiliki darah tinggi alias hipertensi. Jika tidak dipantau dan diperhatikan, hipertensi bisa berujung pada penyakit jantung koroner dan stroke.

Untuk itu, bersempena Hari Hipertensi Dunia 2018, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk) Tanjungpinang mengadakan gerakan pemantauan tekanan darah warga hingga 8 Juni mendatang.

Kepala Dinkes Dalduk KB Tanjungpinang, Rustam menjelaskan, kegiatan ini sudah berlangsung sejak Jumat (25/5) lalu yang melibatkan tujuh puskesmas dan 30 petugas kesehatan.

”Kegiatanya berupa pemeriksaan tekanan darah penduduk usia 15 tahun ke atas oleh segenap dokter praktek, klinik, puskesmas dan rumah sakit,” terang Rustam, kemarin.

Hal ini menjadi penting lantaran berdasarkan data yang berada di Kemenkes RI, papar Rustam, mencatat bahwa hanya 12,9 persen dari penderita hipertensi yang menjalin kontak dan telah didiagnosa oleh petugas kesehatan. ”Sisanya belum punya kesadaran untuk rutin memeriksakan tensinya. Padahal ini penting sekali,” katanya.

Lalu, dari 12,9 persen itu, sambung Rustam, hanya 3,9 persen yang minum obat secara rutin. Mestinya, hipertensi sebagai sebuah penyakit yang tidak bisa disembuhkan, mendapatkan perhatian secara luas. Lantaran hipertensi kerap disebut sebagai silent killer bagi manusia, pangkal dari banyak penyakit mematikan.

”Itulah mengapa kami melakukan skrining tekanan darah di Tanjungpinang. Agar bisa mendeteksi lebih dini. Sekaligus upaya menekan angka kematian di Tanjungpinang akibat penyakit jantung koroner, stroke, gagal jantung, maupun gagal ginjal,” pungkas Rustam. (aya)

Advertisement
loading...