
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Tim Pengendali Inflsi Daerah (TPID) Kota Batam beserta distributor kembali menggelar pasar murah selama lima hari dari Kamis (7/6) hingga Senin (11/6) mendatang.
“Keputusan ini diambil saat rapat tadi (kemarin),” Kepala Bagian Perekonomian Zuniarti, Senin (28/5) siang.
Ia mengatakan, selama gelaran pasar murah ini, dalam sehari akan dilakukan di dua lokasi, pagi hari di slah satu kecamatan sementara siangany di kecamatan yang lain. Ketentuan waktu yang pagi dari pukul 08.30 WIB hingga pukul 12.30 WIB, sementara kecamatan kedua dimulai pukul 12.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB. Khusus untuk hari Jumat, jadwal pagi hanya sampai pukul 11.30 WIB.
Lebih rinci, pada hari Kamis akan digelar di Bengkong tepatnya di depan Kantor Camat Bengkong. Pada Hari Jumat pada pagi hari digelar di Lubukbaja tepatnya di Lapangan Sepakbola Tanjunguma, dan sorenya di Batu Ampar tepatnya di GMP tahap II Tanjungsengkuang.
Pada hari Sabtu pagi hari digelar di RT 01 RW 01 Sambau Nongsa dan di Seibeduk tepatnya di Lapangan Bola Usman Harun. Selanjutnya pada Hari Minggu giliran di Batuaji tepatnya di depan SP Plaza dan di Batam Kota di Kelurahan Belian. Sementara, pada hari Senin akan dilakukan di Sagulung dan di Sekupang tepatnya di lapangan samping GOR Tiban Indah.
“Walau saat itu kami libur, kami tetap turun, kami sumbangsih tenaga untuk masyarakat,” kata dia.
Selain distributor, pasar murah ini juga melibatkan Bulog Batam dan BUMD Batam pada pasar murah tahap dua ini. Saking ramainya keikutsertaan lembaga dan distributor, ia mengatakan pasar murah kali ini akan menjual banyak jenis komoditi. “Ada 12 distributor yang ikut,” tambahnya.
Ia mengatakan, karena ramai keikutsertaan distributor ini komoditi yang dijual pun akan beragam. Tak hanya bahan pokok, yang dijual hingga air minuman bahkan pasar murah yang digelar sore hari akan disertakan UKM untuk menjual takjil. Soal harga, pada tahap pertama Daging Sapi Rp 78 ribu perkilogram, Daging Kerbau Rp 75 ribu perkilogram, cabe dari Rp 34 ribu hingga Rp 38 ribu perkilogram. Bawang Merah Rp 25 ribu perkilogram dan bawang putih Rp 19 ribu perkilogram.
“Daging, minyak, gula dan beras harganya masih sama. Cabe dan bawang ini mungkin akan berubah, tapi kami pastikan dibawah harga pasar, karena kalau diatas harga pasar langsung kami stop dan tidak diperkenankan ikut pasar murah,” paparnya.
Sementara itu Sekretaris Daerah Jefridin mengatakan, operasi pasar murah dilakukan sebagai langkah pengendalian inflasi daerah. TPID Kota Batam menurutnya berusaha berfikir bagaimana kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dan lebaran tidak defisit.
“Semakin banyak titik-titik operasi pasar murah di Bulan Ramadhan akan semakin baik,” kata Jefridin. (iza)
