
batampos.co.id – Masyarakat Pulau Panjang, Desa Degung, Kecamatan Belat, mengeluhkan pelantar pelabuhan yang kondisinya semakin parah. Tambatan pelantar sepanjang 350 meter tersebut terbuat dari kayu papan yang mulai lapuk. Padahal pelantar tersebut menjadi sarana vital bagi warga setempat. Masyarakat berharap Pemkab Karimun memperbaiki kondisi tambatan pelantar tersebut.
Jailani, 56, warga setempat mengatakan tambatan pelantar sangat berguna bagi warga karena menjadi pintu keluar masuk bagi masyarakat setempat. Selain itu, tambatan juga berfungsi sebagai tempat bersandarnya perahu atau sampan warga usai melaut menangkap ikan.
”Kondisi pelantar yang ada sangat mengkhawatirkan dan kami berharap ada perhatian dari pemerintah untuk perbaikan,” harapnya.
Yang kerap menjadi keluhan jika ada seorang warga yang sakit dan mereka harus dirujuk ke rumah sakit, dengan tambatan pelantar saat ini sulit bagi warga untuk bisa menolong dengan cepat.
Warga menaruh harapan besar agar pemerintah segera memperbaiki pelantar pelabuhan tersebut. Karena di dalam pulau tersebut ada puluhan kepala keluarga (KK) yang sekarang sudah dimekarkan menjadi Desa Degung. Sehingga aktivitas masyarakat semakin ramai, sedangkan kondisi tambatan pelantarnya kurang bagus.(ims)
