
batampos.co.id – Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris mengakui Anambas masih tertinggal dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepri.
Hal ini diungkapkan pada pelantikan pejabat struktural eselon II dan III di Rumah Makan Siantan Nur, Tarempa.
Ketertinggalan yang dirasakan yakni dari segi pembangunan dan pelayanan. Seperti ketersediaan air bersih yang belum bisa diatasi dengan baik. Di beberapa pulau dan desa mengeluhkan kesulitan air bersih.
Ini diketahui ketika dia melakukan safari Ramadan di Dusun Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, dua hari yang lalu. ”Masyarakat desa tersebut mengeluhkan kelangkaan air bersih,” ungkapnya.
Selain air bersih, beberapa tugas yang belum maksimal seperti penentuan perbatasan dengan kabupaten induk Natuna. “Sampai saat ini masalah tersebut belum terselesaikan,” ungkapnya.
Karena itu dia meminta kepada pejabat terkait menyelesaikan persoalan yang ada. Dalam tempo 100 hari kerja atau sekitar tiga bulan lebih, kinerjanya harus sudah terlihat.
“Kepada pejabat yang baru saja dilantik agar menyelesaikan masalah tersebut dengan tuntas. Saya berikan tantangan 100 hari kerja,” tegasnya.
Menurutnya, karena masih tertinggal, maka Anambas harus berlari kencang supaya dapat mengejar ketertinggalan tersebut dan bisa bersaing dengan kabupaten kota lain di Kepri yang sudah lebih dulu maju. “Semangat ini kita curahkan, kita harus bersatu majukan Anambas,” tegasnya.(sya)
