Sabtu, 11 April 2026

Mau Jual dengan Harga Murah Tak Bisa, Modal Awalnya sudah Mahal

Berita Terkait

Pedagang ikan asin menunggu pembeli
F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Harga komoditas di Batam masih tetap tinggi, Selasa (29/5). Beberapa pasar tradisional di Batuaji dan Sagulung masih menjual harga daging sapi dan ayam di atas harga eceran tertinggi (HET). Padahal pemerintah setempat sudah mewanti-wanti jika pedagang tidak boleh menjual komoditas tertentu di atas harga yang ditentukan pemerintah.

Sejumlah penjual daging sapi dan ayam di Pasar Fanindo mengaku terpaksa menjual harga daging di atas HET karena modal yang diambil sudah mahal.

“Dari distributor kami ambil dengan harga Rp 80 ribu hingga Rp 85 ribu per kilogram. Nggak mungkin kami jual di bawahnya,” kata Aan Wahyudi, penjual daging sapi di Pasar Fanindo.

Demikian juga untuk harga daging ayam beku yang melambung cukup tinggi. Dari harga sebelumnya Rp 30 ribu kini masyarakat harus membelinya dengan harga Rp 37 ribu per kilo.

“Mau jual dengan harga murah tak bisa, modal awalnya sudah mahal,” jelasnya.

Tak hanya daging, harga komoditas lain seperti telur juga ikut naik. Telur yang dikemas 10 butir dijual Rp 16 ribu, padahal biasanya dijual seharga Rp 10 ribu.

“Harga per papan Rp 42 ribu, nanti bisa naik jadi Rp 50 ribu, soalnya banyak cari untuk buat kue,” ucap Dwi penjual sembako.

Melambung nya harga komoditas lainnya seperti cabai, wortel, dan bawang juga menambahkan beban masyarakat.

“Belanja harus sehemat mungkin. Pintar-pintar kita mengatur uang belanja,” ucap Ramlah warga Batuaji.

Menurutnya momen Ramadan memang seperti itu, setiap tahun selalu terasa berat, sebab harga komoditas selalu naik. (une)

Update