Sabtu, 11 April 2026

Pemko Batam Baru Urai 20 Titik Banjir, belum Mengentaskan

Berita Terkait

Mobil menerobos banjir di Jalan Seilekop, depan PT Palindo, Sagulung, Senin (28/5). Banjir ini setinggi pusar orang dewasa. Banjirnya ini akibat tidak adanya drainase. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan dalam dua tahun belakangan ini Pemerintah Kota Batam baru mengurai 20 titik dari 56 titik banjir yang ada di Batam.

“Itu baru mengurai belum sampai mengentaskan,” kata dia, Selasa (29/5).

Ia menjelaskan permasalahan banjir yang sering menyerang permukiman akibat meningkatnya debit air inu harus diselesaikan. Salah satu cara yang dilakukan Pemko yakni membenahi parit-parit yang ada seperti pelebaran hingga normalisasi.

“Dulu baru mendung saja kami sudah khawatir, sekarang Alhamdulillah sudah mulai berkurang. Meskipun ada beberapa titik yang tegenang. Pengerjaan yang selama ini dilakukan cukup berdampak di beberapa titik banjir termasuk di perumahan warga,” terang pria kelahiran Dabo ini.

Upaya lain yang dilakukan yakni menambah alat berat. Tahun ini ada dua alat berat jenis amphibi yang bisa berenang ke drainase dan menjangkau titik-titik yang sedimennya cukup tebal.

“Kalau sedimen tebal air tak bisa mengalir hingga ke hilir, makanya saat debit air meningkat air berbalik merendam perumahan warga,” jelasnya.

Pria yang sebelumnya pernah mengepalai Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam ini menuturkan pengentasan masalah banjir nyatanya belum bisa dituntaskan hingga saat ini.

Selain perbaikan drainase besar, pengentasan permasalahan banjir juga diselesaikan melalui program PIK. “Dana Rp 1.1 miliar tersebut bisa digunakan untuk menormalisasi dan membenahi saluran air atau drainase yang ada di permukiman,” imbuhnya.

Ia mengimbau jika ada keluhan terkait drainase di permukiman, warga juga bisa menyurati Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air untuk menurunkan alat dan melakukan normalisasi

“Intinya koordinasi saja. Lebih cepat ditangani tentu lebih baik,” tutupnya.

Sementara itu Kepala DMBSDA Batam, Yumasnur mengakui jumlah titik drainase yang dilakukan normalisasi cukup banyak tahun ini.

“Yang jelas titik-titik prioritas sudah kami selesaikan. Walaupun masih banyak yang bertambah akibat berbagai faktor seperti pembangunan baru,” jelasnya.

Saat ini ada 17 alat berat yang siap melanjutkan kegiatan normalisasi yang sudah dilakukan sebelumnya. Ia berharap pegerjaan tahun ini bosa mengurai puluhan titik banjir yang belum terselesaikan. “Kami kerja terus untuk menuntaskan banjir ini,” ujarnya.(yui)

Update