Iklan
Ilustrasi perceraian. Foto: pixabay

Prihatin dengan semakin meningkatnya angka perceraian di wilayahnya, Pemerintah Provinsi Jiangsu, Tiongkok, bikin aturan baru. Mulai pekan lalu, menurut The Guardian, pemohon kasus cerai diwajibkan mengisi kuis. Kuis ini terdiri atas 15 soal dalam tiga bagian berbeda itu menjadi syarat utama bisa tidaknya permohonan cerai diproses.

Jika skor jawaban kuis khusus itu 60 atau lebih, individu yang mengajukan gugatan cerai tersebut harus menjalani konseling pernikahan agar rumah tangganya tetap utuh. Sebab, syarat agar permohonan cerai dikabulkan adalah skor jawaban kuis lebih rendah dari 60.

”Ini bukan ujian. Ini kuesioner,” kata Liu Chunling, direktur kantor pendaftaran perceraian di Donghai County, Lianyungang, Jiangsu, Rabu (23/5) lalu.

Selama sekitar satu dekade terakhir, angka perceraian di Negeri Panda terus naik. Tahun lalu, sebanyak 3,4 juta individu mengajukan permohonan cerai. Angka itu 8 persen lebih tinggi daripada tahun sebelumnya. Pada 1995, ada lebih dari 1 juta pasangan yang bercerai setelah pemerintah merevisi regulasi yang membuat pasangan suami istri lebih mudah bercerai. Pada 1979, hanya ada 319.000 perceraian di Tiongkok. (hep/c17/dos/JPG)

Advertisement
loading...