Senin, 13 April 2026

Beroperasi Selama Puasa, THM dan Massage Ditutup Paksa

Berita Terkait

Tim gabungan merazia tempat hiburan malam di Komplek Winner, Sagulung, Kamis (31/5). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Petugas gabungan dari Polri, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Batam menutup paksa sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Batuaji dan Sagulung, Kamis (31/5) malam. Ada dua bar, dua kafe dan satu massage yang ditutup dalam operasi gabungan tersebut.

Lokasi hiburan malam dan panti pijat yang ditutup itu karena tidak mengindahkan surat edaran dari Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Se tentang formasi penutupan THM selama bulan puasa ini. Dalam surat edaran itu THM, panti pijat dan sejenisnya wajib tutup selama tiga hari baik di awal puasa, tengah dan akhir puasa.

“Sekarang sudah masuk pertengahan. Besok (kemarin) sudah Nuzulul Qur’an jadi harusnya malam ini sudah tutup sampai Sabtu (2/6) nanti. Makanya yang kedapatan bukan malam ini langsung kami suruh tutup,” ujar Kasi Operasional Satpol PP Batam Anto.

Selain menutup paksa, pemilik THM dan pantk pijat tersebut juga dimintai keterangan oleh petugas Satpol PP.

Pantauan Batam Pos di lapangan penertiban THM tersebut dimulai dengan panti pijat Dwi Sri di ruko Batavia, Sagulung. Disana petugas mendapati panti pijat tersebut beroperasi seperti biasa. Pekerja panti pijat umumua wanita berdandan seksi. Petugas menutup paksa panti pijat tersebut mendata seluruh pekrja dan pemilik panti pijat.

Selanjutnya petugas mendatangi tempat karaoke KOK kawasan SP Plaza. Situasinya sama saat didatangi petugas tempat hiburan itu buka dan ada pengunjung. Petugaspun mengambil tindakan serupa dengan menutup paksa.

Situasi yang cukup seru saat petugas mendatangi Cassava Bar di Marina, Batuaji. Belasan bule yang nongkrong di cafe tersebut berhamburan melarikan diri saat melihat petugas datang. Petugas cukup kewalahan mengamankan situasi sebab pengunjung kafe yang sudah duluan ketakutan tak gubris meskipun petugas menerangkan bahwa penindakan hanya pada pemilik kafe.

“Nggak usah lari Pak, kami hanya mau tutup kafenya saja,” ujar petugas dari kepolisian.

Setelah situasi aman dan pengunjung telah pergi semua, petugas akhirnya menutup kafe tersebut. Pengelolah kafe juga diberi peringatan.

Tidak berhenti disitu saja, selanjutnya petugas juga mendatangi Coco bar yang masih berada di kawasan Marina. Petugas juga menemui banyak pengunjung sehingga membumbarkan pengunjung dan menutup bar itu.

Terakhir, petugas menutup tempat karoke Okta di kawasan Winner Juction, Kecacatan Sagulung. (eja)

Update