Senin, 16 Maret 2026

Pengawasan Bahan Pokok Perlu Diperketat

Berita Terkait

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota bisa memastikan ketersediaan bahan pokok di wilayah masing-masing terjamin sepanjang Ramadan hingga lebaran.

”Jangan sampai kecolongan. Tiba-tiba semua harga naik dan barang juga semakin langka. Itu artinya pengawasan dan pemantauan tidak berjalan. Harus ditingkatkan sampai Lebaran nanti,” kata Sekda Provinsi Kepri TS Arif Fadillah, Jumat (1/6).

Untuk menekan harga pasar selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri, pihaknya harus bekerja lebih keras dalam memantau perkembangan stok dan harga barang kebutuhan pokok.

”Jangan sampai masyarakat mengeluh dan menyalahkan pemerintah atas harga yang melonjak tinggi tanpa terpantau oleh pemerintah, dan selalu memperhatikan harga barang kebutuhan pokok sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Ketua TPID Tanjungpinang Riono mengatakan, kerja keras dalam pengawasan dan pemantauan ketersediaan barang telah membuahkan hasil. Hal itu bisa ditilik dengan angka inflasi Maret yang hanya 0,18 persen.

”Sedangkan April kemarin sudah turun menjadi 0,13 persen. Ini akan terus kami lakukan pemantauan di lapangan, agar komoditas yang menjadi penyebab inflasi dapat terus terpantau dan pedagang tidak seenaknya menaikkan harga,” papar Riono.

Ia juga menyampaikan Pemko Tanjungpinang sudah melaksanakan pasar murah pada 21-25 Mei kemarin, serta membagikan sembako Gratis kepada 12.000 masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan sampai hari ini masih berjalan.
Menjelang Idul Fitri, selain kebutuhan pokok, minuman kaleng juga termasuk yang mempengaruhi inflasi di Tanjungpinang.

Khusus elpiji, masyarakat tidak perlu khawatir selama libur atau cuti lebaran. Pemerintah sudah mengantisipasi agar gas elpiji ini tercukupi di Kota Tanjungpinang.
”Pemko telah melakukan antisipasi selama libur panjang dan meminta tambahan kuota gas elpiji sebesar 10 persen, dan Alhamdulillah, dari 10 persen yang kami ajukan, Pertamina bisa menyanggupi 8 persen, lumayan untuk memenuhi kebutuhan sampai Lebaran,” pungkas Riono. (aya)

Update