Sabtu, 25 April 2026

Proyek dari Pusat Diprediksi Bakal Terealiasi

Berita Terkait

Sejumlah pekerja sedang merangkai besi untuk pengecoran pada proyek pelebaran jalan Laksamana Bintan Sei Panas, Ranu (23/5). Pemerintah Kota Batam terus melakukan pembangunan infrastruktur terutama pelebaran jalan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sejumlah proyek prioritas di Batam sudah dibahas di Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Nasional. Kini kepastian realisasi proyek ini menunggu persetujuan DPR RI.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Kota Batam, Yumasnur menyebutkan beberapa proyek tersebut di antaranya, pembangunan jalan layang Simpang Kabil, pembangunan lanjutan jalur dua jalan dari Simpang Seiharapan Sekupang ke Simpang Basecamp Batuaji, penanganan banjir di ruas jalan nasional serta pemeliharaan dan peningkatan ruas jalan nasional.

“Di musrenbang sudah final dibahas, setelah di bahas di kementerian nanti akan dibawa dulu ke DPR,” ucap dia.

Tidak hanya proyek terkait infrastruktur jalan, drainase juga diajukan oleh Pemko Batam. Seperti rencana pembangunan drainase di Marina City Sekupang dan pembangunan drainase di Seibeduk. Kedua lokasi ini memang kerap banjir terutama di Marina City.

“Yang di Seibeduk sudah mulai tahun ini, tahun depan lanjutannya,” terangnya.

Walau masih menunggu keputusan bersama lembaga legislatif, Yumasnur mengatakan proyek-proyek tersebut sudah tercantum di Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dengan ini kemungkinan besar proyek-proyek tersebut akan terealisasi untuk dikerjakan tahun depan.

“Kalau sudah masuk sistem, boleh dikatakan 90 persen sudah OK. Tapi kan harus melewati mekanisme di DPR,” imbuhnhya.

Ia mengaku berharap banyak akan realisasi proyek yang diusulkan tersebut, karena sifatnya penting dan ada proyek yang sudah mangkrak pembangunannya lanjutannya lama, seperti lanjutan pembangunan jalan dari Simpang Seiharapan Sekupang ke Simpang Basecamp Batuaji.

“Ada tiga tahun juga itu belum dibangun lagi, sekarangkan baru ada sebagian (dari simpang Seiharapan hingga depan Perumahan Tiban Housing). Bahkan ada yang buang sampah sembarangan di sana,” ucap dia.

Terkait proyek dari pusat, Wali Kota Batam Muhamamad Rudi mengatakan, sejatinya semua organisasi perangkat daerah punya program yang diajukan ke pusat. Ia menolak menyebut hanya beberapa yang jadi prioritas Pemko Batam untuk direalisasikan oleh pusat. Menurutnya semua ajuan di butuhkan Batam.

“Semua prioritas,” ucapnya.

Sementara itu, Kepla Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Wan Darusalam mengatakan, Batam mengajukan rencana kerja yang cukup banyak dan sudah masuk dalam sistem . Dengan nominal Dana Alokasi Khusus (DAK) hampir mencapai Rp 500 miliar sementara pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional dengan nilai ajuan Rp 700 miliar.

“Ini usulan ya. Berapa realisasinya, kita lihatlah nanti,” ucap dia.

Ajuan ini, menurut dia, sudah tentu merupakan hasil dari Musrenbang tingkat Provinsi Kepri dan sudah masuk dalam sistem elektronik musrenbang nasional. (iza)

Update