batampos.co.id – Berbagai cara ditempuh bandar sabu untuk menyelundupkan sabu melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Kali ini, bandar sabu mencoba memanfaatkan momen mudik lebaran untuk meloloskan barang haram itu keluar dari Batam.
Kurir sabu yang memanfaatkan momen mudik itu, Azis Miswar ,22.
Namun aksinya berhasil digagalkan petugas keamanan bandara (Avsec), Bea Cukai dan TNI AU saat membawa sebanyak 3,056 kg sabu yang dimasukan ke dalam koper pakaian,Minggu (3/6). Petugas cukup jeli memeriksa koper azis, walaupun kondisinya saat itu penumpang cukup ramai memasuki terminal keberangkatan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Terkait penangkapan ini, dibenarkan oleh Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso. “Memang benar ada informasi itu (penangkapan kurir sabu,red), sekitar pukul 07.35,” katanya, Minggu (3/6).
Aksi yang dilakukan oleh Azis terbilang cukup nekat. Karena ia membawa sabu tersebut tanpa dibungkus atau sembunyikan di dalam jahitan koper seperti modus kurir sabu sebelum ini. Sebanyak 3,056 kg gram sabu itu dibagi ke dalam 12 bungkus plastik. Setiap bungkusnya hanya disembunyikan di dalam lipatan baju dan celana.
Azis yang diketahui berasal dari Biruen, Aceh, mengaku tidak mengetahui kalau dirinya membawa sabu. Koper tersebut, diakuinya barang titipan dari seseorang yang diambilnya dari daerah Muka Kuning.
“Dia mengaku tidak diupah, (kopernya,red) katanya hanya dititip saja,” ucap Suwarso.
Saat memasuki terminal keberangkatan Bandara Hang Nadim, petugas tidak melihat gelagat mencurigakan dari Azis. Ia terlihat dengan santainya memasuki SCP pertama Hang Nadim, sembari menjinjing koper berisikan sabu.
Suwarso menuturkan belum mengetahui sabu itu akan dibawa kemana oleh Azis. Karena berdasarkan catatan rute ditiketnya, Azis berangkat dari Batam menuju ke Lombok, namun terlebih dahulu transit di Surabaya.
“Ia menumpangi pesawat Lion Air JT 178 yang take off pukul 09.00,” tutur Suwarso.
Saat ini Azis telah dibawa oleh pihak yang berwenang, untuk dilakukan pemeriksaan lebih dalam.
Ia mengatakan penangkaan kurir sabu ini atas kesigapan para petugas di lapangan. Suwarso menuturkan di Security Check Point (SCP) satu atau pintu masuk terminal keberangkatan itu dijaga sebanyak 10 orang petugas.
“Dari Avsec 7 orang, Bea cukai 2 Orang dan TNI AU satu orang,” ungkapnya. (ska)
