Iklan
Pencari kerja mengantri saat melamar. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Bulan Mei membukukan rekor penerimaan tertinggi untuk pencari kerja di Kawasan Industri di Batamindo. Berdasarkan data yang dihimpun Batamindo, jumlah tenaga kerja yang diterima mencapai 962 orang.

“Ini empat kali lipat lebih tinggi dibanding Bulan April silam yakni hanya 259 tenaga kerja,” kata Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hoeing yang juga merupakan Manager General Affair Batamindo, Senin (4/6).

Sepanjang 2018, Mei merupakan bulan tertinggi penerimaan tenaga kerja. Diikuti oleh Bulan Januari sebanyak 649 orang, Bulan Februari sebanak 588 orang, Bulan Maret sebanyak 270 orang dan Bulan April sebanyak 259 orang.

Adapun perusahaan yang paling banyak menerima tenaga kerja adalah PT Tunas Karya sebanyak 412 orang, PT Indomarco Pristama sebanyak 215 orang, PT Cicor Panatec sebanyak 100 orang dan PT Yeakin sebanyak 100 orang dan lain-lain.”Hanya PT Cicor yang menerima tenaga kerja hanya wanita saja,” ungkapnya.

Peningkatan jumlah tenaga kerja memang sudah terindikasi sejak Februari silam. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri memberikan paparan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada posisi Februari lalu sebesar 6,43 persen. Sedikit menurun dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni sebesar 6,44 persen.

“Bahkan lebih rendah dari posisi Agustus 2017 slam yang tercatat sebesar 7,16 persen,” kata Kepala BI Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putera.

Penyebab peningkatan jumlah tenaga kerja kata Gusti terjadi karena sejumlah faktor. Faktor pertama adalah industri saat ini mengalami pertumbuhan terutama disumbang oleh perbaikan kinerja industri terkait produksi besi baja dan perkapalan yang tercermin dari pertumbuhan ekspor.

“Kemudian ekspor elektronik pada 2018 awal tetap tumbuh walaupun sedikit melambat dibandingkan triwulan lalu. Dan adanya peningkatan kinerja industri tercermin dari impor barang modal dengan pertumbuhan Januari – Maret 2018 sebesar 35,12 persen (yoy). Jauh lebih bagus dari periode yang sama di tahun lalu yang terkontraksi sebesar 6,53 persen (yoy),” ungkapnya.

Sedangkan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo memaparkan kinerja industri pengolahan memang sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang perekonomian Batam.

“Sebelumnya kita lakukan secara menyebar. Dengan analisa yang lebih rinci, kini BP mempersiapkan langkah dan kebijakan yang bisa mendorong pertumbuhan sektor-sektor dengan kontribusi besar untuk Batam,” katanya.

Salah satu sektor yang akan digenjot adalah industri pengolahan. BP Batam akan memberikan fasilitas khusus untuk mendorong pertumbuhan sektor tersebut.”Saya akan menggali fasilitas-fasilitas yang tepat melalui dialog dengan pelaku industri pengolahan,” janjinya.(leo)

Advertisement
loading...