Iklan
ilustrasi

batampos.co.id – Harga daging sapi maupun ayam potong saat ini mengalami kenaikan hampir seluruh pasar di Batam. Kenaikan harga tersebut bervariasi. Ada yang menjual Rp 85 ribu perkilogramnya, ada juga yang menjual sampai Rp 90 ribu per kilogramnya.

Begitu juga dengan daging ayam juga mengalami kenaikan harga. Namun persoalan kenaikan harga daging sapi maupun ayam potong tersebut, bukan dipengaruhi oleh faktor menipisnya stok daging di distributor. Namun karena banyaknya permintaan warga akan daging sapi dan ayam jelang lebaran.

Hal tersebut ditegaskan oleh distributor utama daging sapi di Batam, PT Batam Frozen Food (BFF), William kepada Batam Pos, Selasa (5/6) siang.

“Dari kami menjamin stok daging sapi untuk di Batam aman hingga setelah lebaran nanti. Saat ini di gudang yang kami miliki, ada sebanyak 100 ton lebih daging sapi beku yang setiap saat siap kami pasarkan. Intinya soal stok daging sapi di Batam aman hingga sebulan ke depan,” ujar William.

Sementara soal harga daging sapi, William menegakan, dari pihaknya tak ada menaikkan harga daging.

“Tetap kami jual dengan harga seperti sebulan yang lalu, dari mulai Rp 60 ribu hingga Rp 78 ribu rupiah perkilogram daging sapi. Kalaupun ada pedagang di pasar menjual dagingnya di atas HET, saya rasa itu masih wajar. Sebab dari kami sudah Rp 78 ribu. Kalau dari pedagang pasar Rp 85 ribu, itu masih wajar,” terangnya.

Tapi kalau pedagang sudah menjual daging sapi beku mencapai Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu per kilogramnya, lanjutnya, hal itu patut dipertanyakan.

“Kalau yang seperti itu, saya berani jamin, itu ulah penjualnya sendiri yang ingin ambil untung gede memanfaatkan momen jelang lebaran. Intinya dari distributor memasarkan daging ke pedagang itu di bawah HET,” terang William.

Hal yang sama juga dikatakan oleh pemilik distributor daging sapi maupun ayam potong lainnya PT Dewi Kartika Inti, Acin. Mereka memasarkan daging sapi beku kualitas bagus, masih di bawah HET.

“Kami jual daging sapi impor beku itu mulai Rp 67 ribu hingga tertinggi Rp 78 ribu perkilogramnya. Soal ada pedagang di pasar yang menjual daging sapi beku hingga Rp 90 ribu sampai Rp 95 ribu, itu berarti pedagang yang nakal, ingin mengeruk untuk banyak,” ujarnya.

Sementara harga ayam potong sendiri, diakui Acin dari distrubutor utama di Jakarta sudah naik harganya hingga mencapai Rp 33 ribu perkilogramnya.

Ari seorang pedagang ayam potong di Pasar Mega legenda Batamcenter sedang memilih ayam yang akan dipesan oleh pelanggan. | Cecep Mulyana/Batam Pos

“Kami beli sekitar Rp 33 ribu ke distributor utama di Jawa. Dari kami lempar ke pedagang Rp 34 ribu sampai Rp 35 ribu. Oleh pedagang di pasar dijualnya lagi ke masyarakat Rp 37 ribu sampai Rp 40 ribu. Itu saya rasa masih wajar. Karena dari distributor utama, daging ayam sudah tinggi memang,” terang Acin.

Soal stok ayam potong, Acin mengakui dari distributor utama memang stoknya berkurang atau menipis. Tak seperti stok daging sapi yang melimpah.

“Kami di gudang ada 100 ton lebih daging sapi. Jumlah itu saya rasa cukup lah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Batam hingga datangnya lebaran nanti. Kalau soal permintaan pasar, meningkat tapi tak signifikan. Nanti dua hari jelang lebaran Idul Fitri, biasanya peningkatannya pesat,” katanya mengakhiri. (gas)

Advertisement
loading...