batampos.co.id – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri Gusti Raizal Eka Putra terus mendorong gerakan menanam cabai pada pekarangan kosong di sekolah dan kelurahan.
“Tahun ini urban farming ini ke sekolah. Saya pantau ada 77 sekolah yang ikut serta, satu sekolah saja 175 pohon, udah capai 2,5 ton. Ini lumayan,” kata dia.
Tak hanya itu, ke depan ia mendorong keterlibatan kelurahan se Batam untuk ikut program ini. Ia mengatakan, satu kelurahan ditargetkan 200 pohon. Dengan jumlah kelurahan 64 kelurahan diprediksi cabai yang akan dihasilkan mencapai 5 ton.
“Jika ini berhasil, kebutuhan masyarakat menengah kebawah akan teratasi. Hal simple seperti ini kita bisa dorong,” ucap dia.
Gerakan ini diprakarsai bukan tanpa alasan. Jika gerakan ini berhasil, tingkat inflasi sedikit tidaknya akan tertekan. Selain cabai, semabko yang memebrikan andil inflasi untuk sementara ini yakni harga beras dan daging.
“Dari tanggal 7 sampai tanggal 11 kami dari Tim Pengedali Inflasi Daerah (TPID) akan gelar sembako murah,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, kondisi inflsi kini cenderung dapat teratasi. Jika biasanya jelang lebaran dari angka 0,3 persen hingga 0,4 persen, survei sementara kini hanya 0,09 persen hingga 0,1 persen.
“Kami berkesimpulan, operasi yang kami gelar berhasil. Baik oleh TPID maupun oleh Pemko Batam,” ucap dia.
Ia tak menampik, komoditi sembako kerap memberikan andil inflasi, seprti daging ayam, telur dan cabai. Namun dia memastikan, stok bahan pokok akan tercukupi hingga lebaran.
“Komoditi ini rentan inflasi,” ucapnya. (iza)
