Minggu, 19 April 2026

Warga Durai Berharap Listrik Nyala 24 Jam

Berita Terkait

batampos.co.id – Warga Dusun III, Desa Semembang, Kecama­tan Durai, Pulau Sandam, ber­ha­rap agar penerangan di kam­pung­nya 24 jam. Selama ini war­ga hanya bisa menikma­ti pe­nerangan selama 6 jam mu­lai pukul 17.30 WIB hingga 22.30 W­IB dari mesin diesel ya­ng dik­elola swasta.

Untuk pe­ne­rangan 6 jam itu, pemilik ru­mah harus membayar iuran Rp 6.000 per hari, sedangkan ya­ng menggunakan kulkas di­kenakan biaya Rp 8.000 per ha­ri.
”Kami di sini sangat berharap penerangan 24 jam agar bisa mendongkrak perekonomian keluarga, kalau sekarang apa yang bisa diperbuat,” keluh ketua RW 03 Dusun III, Pulau Sandam, Yasli, belum lama ini.

Keluhan tersebut menurutnya sudah disampaikan kepada pihak Kecamatan Durai. Namun, hingga saat ini belum ada titik terang untuk mengatasi krisis listrik di kampungnya yang dihuni 109 KK berprofesi nelayan.

”Sudahlah pembangunan tidak ada. Bagaimana kita mau berkembang seperti daerah lainnya,” keluhnya.

Sementara ditanya bagaimana pemanfaatan Dana Desa (DD) yang diberikan pemerintah pusat, ia mengatakan untuk pembangunan infrastruktur seperti seminisasi dan penimbunan, namun untuk membangun pembangkit listrik tidak memungkinan.

”Kalau DD sih lumayan, kemarin saja kita baru menyelesai­kan penimbunan badan jalan pesisir. Tetapi dari Pemkab Karimun belum ada pembangunan infrastruktur,” jelasnya.

Salah seorang warga Pulau Sandam, Abdul Rais berharap kepada dinas terkait agar bisa membuat program pemanfaatan lahan yang ada di Pulau Sandam. Sebab kondisi lahan sangat cocok untuk ditanami sayuran maupun untuk berkebun. Selain itu budidaya udang di perairan sekitar Pulau Sandam juga bisa dipergunakan.

”Kita minta perhatian dari Pemkab Karimun lah agar para nelayan diberdayakan untuk menambah penghasilan. Bisa saja multi fungsi sebagai nelayan juga petani,” tuturnya.

Pantauan di lapangan, kondisi kampung di Pulau Sandam tidak ada aktivitas untuk menggerakan perekonomian setempat. Dengan kondisi yang serba kekurangan, mulai dari penerangan listrik, akses transportasi maupun jalan yang masih seminisasi dengan satu arah saja.(tri)

Update