Iklan

batampos.co.id – Indonesian National Shipowners Association (INSA) Kabupaten Karimun menyiapkan lima kapal cadangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang mudik Lebaran tahun ini. Kapal cadangan tersebut akan dioperasikan mulai Minggu (10/6) untuk berbagai tujuan seperti Selatpanjang, Buton-Pekanbaru.

”Kalau kondisinya membeludak kita langsung operasikan kapal cadangan untuk berbagai tujuan langsung dari sini,” kata Ketua DPC INSA kabupaten Karimun H Datok Bustami Raja Marah, Kamis (7/6).

Kapal cadangan yang dipersiapkan tersebut menurutnya sudah sesuai dengan hasil rapat bersama KSOP Kelas II Tanjungbalai Karimun beberapa waktu lalu. Termasuk arus balik juga nantinya, namun diprediksi kapal cadangan akan dipergunakan dua kapal saja. Sebab, musim liburan anak-anak sudah berjalan. ”Kita perkirakan tidak ramailah, seperti tahun lalu. Hanya sa­tu kapal yang jalan,” ung­kapnya.

Sementara itu, Pelabuhan Tanjungbalai Karimun mulai terlihat padat oleh calon penumpang yang akan mudik. Diperkirakan lebih dari 700 orang telah meninggalkan Tanjungbalai Karimun menggunakan kapal laut ke berbagai daerah sejak kemarin.

Kepala KSOP Tanjungbalai Karimun Ridwan melalui Kasi Penjagaan dan Keselamata Pelayaran Syahrinaldi membenarkan adanya lonjakan arus mudik kemarin. ”Sejak pagi hari sudah terlihat peningkatan jumlah penumpang. Ditambah lagi pada hari ini (kemarin, red) puncak arus mudik ke Belawan, Sumatera Utara menggunakan kapal Pelni,” ujarnya.

Manajer Cabang Pelni Tanjungbalai Karimun Yusuf secara terpisah menyebutkan, kemarin merupakan jadwal terakhir kapal Pelni yang melayani penumpang mudik sebelum Hari Raya Idul Fitri. ”Khususnya untuk penumpang tujuan ke Belawan menggunakan KM Kelud. Untuk saat ini jumlah penumpang yang akan berangkat lebih dari 300 orang.

Sedangkan, untuk ke Tanjungpriok sudah Minggu (3/6) lalu berangkat. Untuk pelayaran kapal Pelni melalui Tanjungbalai baru akan ada lagi di atas tanggal 20 Juni,” jelasnya.

Manager Bisnis PT Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun Sindu L Pranoto ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan fasilitas yang ada di pelabuhan domestik untuk menampung ledakan penumpang arus mudik. Tetapi karena kondisi pelabuhan tidak bisa diubah lagi, maka hanya bisa dipasang tenda, kursi, dan kipas angin di depan kantor KSOP Kelas II Tanjungbalai Karimun.

Namun, tergantung kedatangan kapal itu sendiri supaya tidak terjadi penumpukan penumpang dipelabuhan. Apabila terjadi keterlambatan kapal datang, secara otomatis akan molor waktu keberangkatan. (tri/san)

Advertisement
loading...